Because to Nyinyir is Easy…

*repost (dan sedikit update) tulisan lawas di ngerumpi, karena gemas sama mereka yang mencela karya musik di lini masa*

Anda suka Kangen Band? Bagaimana dengan Wali? Atau boyband baru ala Korea itu, Smash? Tidak? Eh kenapa? Anda lebih suka Leo Kristi? Atau Tompi? Atau Agnes Monica? Atau penyanyi barat?

***

Di awal kemunculan Kangen Band dulu, aku sempat juga mikir. Ini band apa to. Lagunya begitu. Aransemen musiknya begitu. Suara vokalisnya begitu. Tampang personilnya ya begitu. Sama sekali tidak menarik. Kok pada suka ya? Aku bahkan ikut tertawa ketika mendapat kiriman file mp3 lagu (lupa judulnya) yang isinya 100% celaan buat Kangen Band. Kata-katanya cenderung kasar bahkan saru.

Ketika kemudian muncul boy band sensational Smash, sempat juga dalam hati muncul sedikit cemooh. Ya tentang personilnya, gayanya yang seperti orang tidak punya identitas, lagunya yang jelek. Boyband aneh lah pokoknya, menurutku. Lalu ada Smosh yang isinya pemain-pemain OVJ. Mau berkilah apa pun, sudah jelas lagu yang berjudul ‘Bibirmu Dower’ itu plesetan lagunya Smash yang ‘You Know Me so Well’. Mau dibilang jahat, tapi kok lucu. Dan lagi-lagi aku ikut tertawa.

Belum lama ini beberapa kali denger di radio, Project Pop juga merilis lagu baru. Entah judulnya apa, belum nangkep. Tapi isinya kalo dipas-paskan, kok ya kayanya nyindir si Smash itu. Sengak pula. Ada kata-kata ‘aku sukanya boyband korea, kamu kaya orang sakit kolera, how can I heart you.. dsb.’ Kan ada ya, lagunya Smash yang judulnya ‘I heart you’?

***

Tiba-tiba aku merasa ditampar. Kenapa musti nyinyir kepada band-band yang dinilai tidak bermutu itu? Buktinya mereka bisa eksis. Vokalis Kangen Band yang mantan penjual dawet bisa beli mobil. Dan itu kerja keras. Biar karyanya dibilang jelek, tapi orisinil. Mereka menulis lagunya, bikin aransemen musiknya, dan menyanyikannya. Dan yang penting, banyak yang suka.

Kenapa kita merasa lebih keren, merasa punya selera lebih bagus, hanya karena tidak suka Kangen Band dan lebih suka Justin Bieber? Selain bisa mencela, kita bisa apa?

Ini bukan tentang selera musik saja. Tapi tentang semuanya. Baju. Makanan. Bacaan. Tulisan. You can’t argue a taste. Namanya selera ya memang ditakdirkan beda. Bagus menurutmu mungkin norak menurutku, dan sebaliknya. Yang bagus itu yang bagaimana, yang bermutu itu yang bagaimana? Apakah komposisi yang rumit dan pating klenyit itu lebih bermutu dari komposisi yang simpel dan sunyi?

Kalau pasar suka Kangen Band dan Smash, mau apa?

Seorang teman yang penulis pernah bilang, kalau orang lebih suka baca novel-novel ringan, ngapain nulis yang berat-berat? Tiwas capek enggak laku…

Kenapa capek-capek berusaha bikin karya yang ‘bermutu’ kalau pasar lebih suka yang ringan-ringan saja?πŸ˜€

***

Jadi ya biar saja lah, orang dengan selera masing-masing. Tak perlu nyinyir.

*mencela memang selalu lebih mudah, apalagi jika kamu belum pernah mencoba melakukan kerja keras yang sama, sedikit saja*

6 thoughts on “Because to Nyinyir is Easy…

  1. ahaha….yup…saya juga tidak begitu suka dengan dangdut pesisiran, tapi sewaktu KKN di daerah Bojonegoro, orang orang tidak akan datang ke Malam pentas seni 17 Agustus kalo hiburannya bukan dangdut pesisiran. Daripada banyak ngoceh, saya mending cabut dari balai desa dan tidur manis di rumah penambpungan kami, rumah pak Lurah p

  2. Pingback: Masalah Selera (lagi) | blog auk

  3. baru ketemu blog ini.πŸ˜€ suka banget dengan point of viewnya mbak. Karena belum tentu kita bisa seperti mereka.

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s