Friday the Thirteenth

Baru ngeh tadi pagi ketika mendengarkan siaran morningzone Adi – Medina (yang ga seseru Adi – Reza), bahwa hari ini Jumat tanggal 13. Sebenarnya bagiku ngga pengaruh ini Jumat tanggal berapa. Rasanya seperti Jumat yang lain saja, hari yang malas. Pendek dan selak pengin libur. Adi dan Medina menghubungkan Friday the 13th ini dengan kesialan, dan membahas hari paling sial para pendengar.

Hari ini aku bangun kesiangan, di jam seharusnya aku sudah berangkat. Gedandapan? Nggak. Sekalian aja ndableg. Setelah sholat subuh yang entah malaikat petugasnya masih jaga atau tidak, aku main-main dengan Aik. Nengok Niki yang lagi sibuk bersihin eek anaknya. Baru mandi dan berangkat. Niatnya mau ambil gaji yang tertunda karena hampir 2 minggu ngga ngantor. Juga ambil SK kenaikan gaji berkala, yang sudah dipesankan kemarin untuk diambil pagi-pagi sesudah apel.

Sampai di kantor sudah hampir jam delapan. Bendaharanya pergi rapat. Dan yang menyimpan SK-ku sudah jalan pula entah ke mana.

Sial? Tetap enggak. Berarti weekend ini aku harus berhemat, dan dengan sendirinya gajiku aman lebih lama dari tangan gatal, setidaknya sampai Senin… ๐Ÿ˜€

***

Di samping itu, tiba-tiba aku teringat lagi serial film horor jaman cilikan, Friday the Thirteenth. Ceritanya tentang sebuah toko barang antik milikย Lewis Vendrediย yang menjual barang-barang yang mengandung kutukan, sebagai perjanjian dengan Iblis untuk mendapatkan kekayaan dan keabadian. Karena telah melanggar perjanjian, Iblis datang mengambil nyawanya. Keponakannya, Micki dan Ryan kemudian mengumpulkan kembali benda-benda itu (yang telah terjual) agar tidak jatuh semakin banyak korban.

Seingatku, yang pertama kutonton waktu itu adalah kisah tentang sebuah cangkir teh yang bisa membuat pemiliknya awet muda. Saat itu, cangkir terkutuk itu ada di tangan seorang penyanyi wanita bernama Lady. Cara kerja cangkir itu, Lady harus menyuguhkan teh untuk seseorang. Orang yang meminum teh itu akan menjadi tua dan mati dalam beberapa detik. Lalu ‘umur’-nya akan menjadi milik Lady. Ketika akhirnya cangkirnya dapat direbut dan diamankan, Lady yang sedang beraksi di panggung langsung menua dalam beberapa detik, dan hancur jadi debu.

Modusnya kurang lebih seperti itu. Sebuah benda memberikan keuntungan instan, dengan mengorbankan seorang tumbal. Sering kali, sebenarnya, cara kerja benda-benda antik itu terlampau mengerikan dan menjijikkan. Jadi aku banyak tutup mata juga.

Aku tidak ingat betul kapan aku mulai bosan melihat film itu. Mungkin ketika season ke-3-nya berakhir… ๐Ÿ˜€

Heran juga kenapa dulu nonton serial itu. Karena sekarang, kalau ditanya pengen nonton lagi atau enggak aku pasti jawab enggak. Sama sama ย nonton film lawas aku akan milih Remington Steele atau Full Houseย ๐Ÿ˜€

Advertisements

9 thoughts on “Friday the Thirteenth

  1. jiah jadi ingat film itu, Almh Ibu saya walau tidak ngerti bahasanya, tetap aja senang nontonnya, serem ๐Ÿ˜€

  2. sama dong,semalam aku juga jadi inget film itu pas ngeliat tanggal, trus anakku nangis terus jam 12 malam, jadi tambah horor dehhh, plus suami kerja malam lagi, lengkap sudah.

  3. Wah.. Ini film yang TVRI itu dulu kan ya?
    Masih ingat banget waktu nonton film friday the 13th harus ngumpul semua satu keluarga depan tv. hihiii

  4. @idep, kayanya kemarin itu banyak yang terpikir soal Friday the 13th ya ๐Ÿ˜€
    @warm: sampeyan suka nonton siapa-nya? ๐Ÿ˜€
    @maya: yee…. beda dong. full house yang itu kan korea. yang kumaksud full house yang John Stamos. aaak……

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s