Cinta Sepanjang Masa.

hari terakhir #7Harimendongeng gersama @teguhpuja dan @allizarinnn. duet bersama Putrimeneng

======================================================================

Cherrybelle adalah gadis kecil yang periang. Dia biasa dipanggil Chibi. Bulan depan umurnya genap 11 tahun. Chibi tidak sabar menunggu hari ulang tahunnya. Setiap hari dia menyilang angka di kalender.

Ibunya menyiapkan gaun pesta yang indah. Gaun itu dikerjakannya sendiri mulai dari mengukur, memotong, menjahit, menyulam. Warnanya biru muda. Roknya bertumpuk tiga lapis. Pinggirnya dihiasi renda. Di bagian dadanya dihiasi manik-manik yang cantik. Chibi betah menunggui ibunya mengerjakan gaunnya, setiap hari ketika pekerjaan rumah yang lain telah selesai.

Siang itu Chibi sedang bermain di padang rumput di tepi sungai. Di sana tumbuh berbagai bunga liar yang berwarna-warni. Chibi berharap jika hari ulang tahunnya tiba nanti, bunga-bunga itu masih tumbuh. Dia ingin membuat bando dari berhias bunga-bunga itu. Juga menghias meja, kursi, dan dinding rumahnya.

Chibi duduk di rerumputan. Dia sedang berpikir, mungkinkah di hari ulang tahunnya nanti, dia akan mendapatkan kado yang dia idam-idamkan. Chibi tidak tahu, apakah dia boleh mengharapkan mendapatkan hadiah seperti itu. Chibi ingin bertemu dengan pangeran yang tampan dan baik hati. Yang kelak akan menikahinya, dan mereka hidup bahagia selamanya.

Chibi sangat suka mendengar dongeng, apalagi dongeng tentang putri dan pangeran yang akhirnya hidup berbahagia sepanjang masa. Chibi hanya hidup berdua dengan ibunya, ayahnya telah lama meninggal dunia. Meskipun begitu, ibu Chibi sangat menyayanginya, Ibu Chibi selalu berusaha membuat Chibi bahagia, bahkan ketika Chibi meminta gaun ulang tahun yang serupa gaun putri-putri di dalam dongeng, ibu Chibi dengan semangat menjahitnya, siang malam, dikerjakan gaun itu agar dapat dipakai Chibi saat hari ulang tahunnya tiba. Tak pernah sedikit pun ibu Chibi mengeluh, bahkan ketika Chibi tertidur di sampingnya saat menunggu bajunya dijahit, ibu Chibi akan mengendongnya ke kamar, lalu menyelimuti Chibi, memastikan Chibi tidur dengan nyaman, kemudian meneruskan jahitan bajunya.

Chibi selalu berkhayal, suatu saat akan datang pangeran menjemputnya. Membawanya ke istana yang penuh dengan hal-hal yang dia impikan, dayang-dayang yang selalu siap sedia 24 jam melayani segala keperluannya, sehingga dia tidak perlu mencuci piring dan membersihkan bak mandi. Di ruang makan akan selalu tersedia makanan sepanjang hari, sehingga dia bisa selalu makan enak sambil nonton film kartun kesukaannya.

Istana tentu sangat besar, nanti dia akan memamerkan istananya di sekolah, agar Tina, Rani dan geng bando bunganya berhenti mengolok-olok rumah Chibi yang kecil. Suatu waktu dia akan mengundang semua teman sekolahnya untuk menginap di istananya, kecuali geng bando bunga.

***

Akhirnya hari ulang tahun Chibi tiba juga. Pesta ulang tahun Chibi diselenggarakan di halaman rumah. Ada satu meja tempat meletakkan kue ulang tahun. Ada kursi-kursi di sekelilingnya. Semua berhias bunga yang dipetiknya dari padang rumput.

Chibi mengenakan gaun ulang tahunnya. Kepalanya berhias bando yang dibuat dari bunga asli. Warnanya kuning berpadu ungu. Cantik sekali. Chibi ingin memamerkan bando itu kepada geng bunga. Oleh karena itu dia berubah pikiran, dan memilih untuk mengundang mereka. Ternyata mereka datang juga. Dengan memakai bando bunga plastik berwarna-warni.

“Ah, kenapa pestanya di luar? Bagaimana kalau nanti hujan?” tanya Sindi (bukan Cindy) ketua geng bando bunga.

“Kau ini gimana sih Sin, rumah Chibi kan kecil. Mana cukup kalau pestanya di dalam rumah? Nanti kita bisa berdesak-desakan, dan bando kita bisa rusak…” jawab Ruri keras, sambil membetulkan bandonya. Geng bando serempak tertawa terkikik-kikik.

Chibi yang mendengar hal itu keluar dari rumah. Dia sengaja memasang muka manis, berusaha untuk tidak menunjukkan kejengkelan, apa pun yang mereka katakan. Seketika semua mata menatap Chibi. Semua terpana oleh keindahan gaunnya. Dan para anggota geng bunga, sampai ternganga melihat bando di atas kepala Chibi.

Akhirnya pesta dimulai. Semua bernyanyi untuk Chibi. Kue ulang tahun dipotong. Lalu semua bermain bergembira. Ada yang bermain engklek. Ada yang bermain petak umpet. Ada yang bermain betengan. Chibi hanya bisa melihat dan tidak ikut bermain karena takut gaunnya rusak. Tapi dia senang semua temannya bergembira.

Sindi mendekati Chibi.

“Chibi, di mana kamu beli bando itu?” tanya Sindi.

“Aku tidak membelinya. Aku bikin sendiri dari bunga yang kuambil di padang rumput,” jawab Chibi.

“Ah, masak? Dan gaun itu? Aku curiga, dari mana ibumu mendapatkan uang untuk membeli gaun semewah itu,” Sindi mencibir.

Chibi ingin marah mendengar kata-kata itu. Tapi dia menahan diri.

“Aku bisa mengajarimu membuat bando seperti ini kalau kamu mau. Dan ibuku memang tidak punya uang untuk membeli gaun. Jadi dia menjahit sendiri baju ini untukku”

Sindi mulai tertarik, “Benarkah?”

Chibi mengangguk. Ibu Chibi yang mendengar percakapan itu mendekati mereka.

“Benar, Sindi. Kalau Sindi ingin, Ibu bisa membuatkan satu untuk Sindi. Sindi cukup sediakan saja bahannya. Tapi ya… mungkin butuh waktu agak lama, karena Ibu menjahitnya dengan tangan, dan hanya bisa melakukannya saat pekerjaan rumah sudah selesai.”

Sindi senang sekali mendengarnya. Dia memeluk Chibi dan berjanji tidak akan mengejeknya lagi.

***

Pesta telah usai. Chibi sudah membuka semua kado. Tapi dia nampak masih menyimpan kekecewaan. Tidak ada pangeran yang selalu diimpi-impikannya tidak juga tampak batang hidungnya hingga pesta usai. Chibi duduk termenung di dekat tumpukan kado.

“Chibi … ibu mmbawakan kado lagi untukmu, ini hadiah khusus dari ibu. Ibu menjahit tas sekolah yang baru untukmu”

Chibi menoleh, mendapati ibunya sedang berjalan tergesa sambil membawa sebuah tas yang sangat bagus menuju ke arahnya. Tas itu sangat serasi dengan seragam sekolahnya, dan ibu membuatnya sendiri. Ibu selalu membuat yang terbaik untuk Chibi, apapun yang Chibi butuhkan.

Tiba-tiba Chibi memeluk ibunya dengan erat, Chibi merasa sangat bersalah, karena selama ini selalu merasa ada yang kurang dengan kehidupannya. Padahal Chibi memiliki Ibu yang terbaik di seluruh dunia, ibu yang selalu membuat dia bahagia, ibu yang selalu memenuhi kebutuhannya, ibu yang selalu merawatnya ketika sakit, ibu yang selalu memasakkan makanan enak untuknya, ibu yang telah membuat dia mendapat teman-teman baru tanpa menjadi seorang putri penghuni istana. Chibi semakin mempererat pelukannya

“Chibi, kamu kenapa nak?”

“Chibi sayang sama Ibu .. sayang sekali” Ibu tersenyum, diciumnya kedua pipi Chibi yang tiba-tiba basah oleh airmata.

“Ibu juga sayang Chibi, eh ngomong-ngomong, gimana kalau Chibi bantuin Ibu cuci piring, katanya sayang?”

“aaahh ibuu ….”Chibi tergelak, beriringan mereka berdua menuju ke dapur, hari itu setelah pesta usai, banyak hal yang harus dibereskan, diantaranya cucian piring yang menumpuk di meja makan.

Advertisements

6 thoughts on “Cinta Sepanjang Masa.

  1. eh ndongeng, pantesan bacanya jadi ngantuk #eh maksudnya karena didongengin pagi buta begini :p

  2. huehhee, pinter aja nih ngambil nama tokohnya. tapi sayang nasib pangeran enggak terlalu dijelaskan akhirnya. cuma dibilang pangeran enggak datang.

  3. … dan kenapa harus Cherrybelle????

    jangan-jangan kesummon dg twit yang antara Lady Gaga, Nicki Minaj, Jupe dan Cherrybelle kemaren… 😆

  4. hehe iya, tadinya pengen nulis Annabelle, tapi trus diganti Cherrybelle.
    bener juga ya, harusnya diselipkan sesuatu tentang si pangeran…

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s