black book: black side of live

Black Book
Winda Kresnadefa
Leutika Prio
2011

image

Cerita yang gelap. Yang dekat dengan kita. Kadang tidak kita perhatikan. Kadang kita tahu tapi menutup mata dengan berbagai alasan dan pengampunan.

Narkoba. Seks pra nikah. HIV. Depresi. Frustasi. Krisis jati diri. Segala permasalahan yang melingkupi pergaulan remaja.

Ayang yang bersahabat dengan Amel. Keduanya mencintai Tomi. Kehidupan keluarga yang mapan bukan jaminan hidup bebas dari permasalahan. Menyajikan catatan, bagaimana komunikasi anak dan orang tua menjadi kunci kestabilan jiwa anak. Karena tidak semua anak sanggup mengatasi sendiri permasalahan dalam dirinya.

Black Book, yang semula menjadi catatan cinta Ayang dan Tomi telah menjadi catatan persahabatan bersama Amel. Menjadi saksi keruwetan perjalanan tiga anak manusia dalam menapak langkah muda. Menjadi wejangan bagi siapa pun yang menemukannya, agar tidak terjerumus seperti mereka.

***

Winda mencoba bercerita dengan menggabungkan dirinya sebagai narator, dan ketiga tokoh utama yang bercerita bergantian melalui black book. Ide ini menarik. Hanya saja yang terasa agak mengganjal buatku, karena dalam black book ini ketiga tokoh saling menulis surat. Ayang menulis surat, kemudian buku diserahkan ke Tomi. Tomi menulis surat, lalu buku pindah tangan ke Amel. Amel menulis surat. Begitu berputar lagi. Kurasa akan lebih nyaman dibaca jika konsepnya buku hitam itu menjadi diary bersama, dan bukan surat satu sama lain bersahut-sahutan.

Aku pernah mencoba menulis dengan menyertakan catatan waktu, dan itu bukan hal yang mudah. Butuh ketelitian tersendiri. Ide Winda untuk menggabungkan narasi dan surat di setiap bab bagus sekali. Entah kesengajaan atau bukan, di bab-bab terakhir catatan waktu narator tidak klop dengan yang tertera di buku hitam (bab 21-24).

Lepas dari itu, secara keseluruhan buku ini enak dibaca. Ada kepleset sedikit, tapi mungkin tidak semua pembaca menyadarinya, dan bukan gangguan yang berarti asal mau mengabaikannya.

***

Sebuah novel yang sepertinya dari awal sudah dirancang bakal sarat pesan: boys and girls, please don’t try this at home, it’s very, dangerous.

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s