sok penting

Aku kok agak kesal ya, sama orang-orang yang pelit. Bukan pelit duit. Pelit apa ya namanya.

Misalnya aku menelpon ke ekstensi 503, mencari seseorang. Lalu diangkat oleh orang lain, yang kemudian menjawab, ‘langsung ke 502 aja ya Dek….’ Padahal 502 dan 503 itu satu ruangan, dan berdekatan. Kecuali kalau 502 itu di ujung ini, 503 di ujung sana, terhalang sekat-sekat ruangan. Apa susahnya yang angkat telponnya itu memanggil sebentar, lalu yang dipanggil jalan kaki sedikit untuk menerima telepon.

Atau yang lagi santai-santai. Mengerjakan pekerjaannya disambi browsing. Lalu ketika ditelpon untuk datang ke ruangan lain sebentar, hanya sebentar, misalnya untuk melengkapi tanda tangan yang kurang, dengan nada serius menjawab, ‘Sebentar ya, aku harus mengerjakan sesuatu ini. Ditunggu sebelum jam dua belas harus sudah diemailkan.’

Kalau aku sih, biar lagi mengerjakan sesuatu, kalau dipanggil diajak makan, atau pingpong, ya ayuk aja… *soundswrong*

***

Meskipun kalian mempersulit orang lain, semoga segala sesuatunya selalu dimudahkan untuk kalian. Amin.

Advertisements

6 thoughts on “sok penting

  1. anehnya ya mbak itu jadi semacam tradisi, kalo nggak udah tau ada tamu mbok iya o disilakan masuk dulu kl sekretarisnya ndak ada ini ndak liwat yo muk diem aja sampe tamunya kebingungan 😐

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s