kuis: #PocongNontonTivi

image

Kali ini aku bikin kuis, berhadiah dua buku kumpulan cerita literasi media Pocong Nonton Tivi .

Cara ikutannya gampang. Tinggalkan komen menjawab dua pertanyaan ini:
1. Apa pendapatmu tentang gambar sampulnya?
2. Dengan adanya info yang disampaikan bahwa buku ini berisi 10 cerita/dongeng literasi media, apa yang kamu harapkan akan kamu dapati di buku ini, dan yang didapat setelah anak-anak (atau bahkan orang dewasa) setelah membacanya?

Batas akhir belum ditetapkan, tapi baiknya cepat-cepat aja dijawab 😀

 

update 24 Juli 2012. Kuis ditutup, pengumuman nanti malam, di blog ini.

Advertisements

35 thoughts on “kuis: #PocongNontonTivi

  1. 1. mengenai sampulnya, jika dilihat dr judulnya, semacam cerita humor yah, jadi mungkin perlu penekanan juga pada gambar hantunya, yah dibuat rada imut gituh, semacam casper gitu loh, jadi ndak underestimate ketika pertama kali melihat. eh iya, kalo pocong yah pocong aja gitu sekelompok lg nonton tipi jgn bawa-bawa yang lain hihiihi rancu jadinya 😀

    2. yg saya harapkan cuma satu, ceritanya sebisa mungkin mampu menstimulasi imajinasi sehingga menciptakan sudut pandang yang berbeda dari pembaca. semisal, melawan mitos-mitos yg kerap dijadikan senjata orang tua utk menakuti sang anak, itu salah besar menurut saya

    ah, saya riwil sekali yah 😀

    • yah, kesan ketika orang melihat sampul memang berbeda-beda. harus melihat isinya supaya tahu bagaimana sebenarnya…

      terima kasih ya, naussea…

  2. ahhh 😀 aku udah dapet buku ini dan uda pernah mempostingnya 😀 … dan kaenya di situ saya bisa dibilang uda ngejawab pertanyaannya.. etapi mau ikut biar rame…
    Boleh tooo mbaaaaakkk… *ngrayu pake bawain bunga tabur sekeranjang*

    1. Sampulnya eksklusif, pake emboss sgala macem dan UV laminating, yang jarang dipake oleh barang-barang cetakan semacam buku, karena termasuk finishing yang lumayan mahal … tapi cover mempresentasikan isi dari cerita-cerita yang ada di dalamnya, yang kesemuanya seru, yang jelas pesan positifnya, beberapa bahkan terlihat keluar dari imajinasi liar si penulis… dan yang paling banyak bikin saya ngekek adalah memang cerita berjudul “Pocong Nonton Tivi” itu… memang ga salah dijadikan Judul Cover 😀

    2. Paling ga diharapkan setelah baca buku ini, orang-orang lebih bisa memfilter segala informasi yang didapatkan dari televisi… gitu mungkin kurang lebih 😀 … karena terus terang, acara tipi skarang baik yang katanya drama atau non drama semacam siaran informasi pun kok ya terlalu banyak sisi buruknya ketimbang mendidiknya…

    ahhhh jawaban saya panjang… hasil kopi paste pula 😆 Pokoknya biar rameee!!!

  3. ikutan njawab ah walo udah punya bukunya, kalo dapet lagi kan jadi punya duaaaaaaaaaaaaa *teriak ala ayu ting2* 😐

    sampulnya keren, jd penasaran siapa yg bikin, soalnya cuma tertulis disitu yg bikin linikreatif doang, yg bikin siapa orangnya ga jelas, tapi beneran bagus, mau dong dibikinin kover macam gitu

    dan isinya harapannya ya nonton tipi sih ya ga perlu dilarang2 banget juga, tapi terkendali, dan nah saya sedikit terganggu dengan satu cerita yang tetap nekat dipublish pake bahasa ibu, ditranslate bentar napa toh, sayang cerita bagus tapi ada yg nggak gitu mudheng *yaitu saya *

    • terima kasih om. dulu kayanya juga ada rencana terjemahan begitu, tapi kok ga jadi ya? coba deh nanti aku tanyakan ke editornya. makasih masukannya ya…

  4. 1. MELU! Meriah dan lucu. Sewaktu baca judulnya, kok giman gitu. Buku ini terkesan komedi, mengingat genre pocong akhir-akhir ini menjurus ke sana. Pocong and the gank asyik melototin televisi, mungkin mereka takjub dengan tingkah polah manusia yang ternyata lebih seram dibanding mereka. Contoh simpelnya, manusia tega bunuh-bunuhan gara-gara rebutan pacar, dan itu masuk di berita pagi-siang-malam. Padahal di dunia persetanan dan perpocongan, tiada istilah membunuh rekan sebangsa halus. Nah, di cover belakang ada gambar hewan-hewan hutan yang gregetan melihat televisi mereka dikuasai para makhluk halus. Aku suka aneka hewan, tempat favoritku adalah kebun binatang. Dan buku ini sungguh membuatku ingin segera memilikinya,. Ekspresi hewannya itu loh, ngegemesin!

    2. Semoga anak-anak dan orang dewasa, intinya para pembaca, dapat mengerti bagaimana peran media pertelevisian di kehidupan kita. Bisa positif, bisa negatif, tergantung bagaimana kita menyiasatinya. Tentunya buku ini memberikan informasi bagaimana televisi membantu manusia dalam menikamati hari, menjalani hari, serta beraktivitas dan bergaul dengan banyak orang. Manusia makhluk sosial, televisi kadangkala dijadikan kambing hitam dalam berjalannya status ‘makhluk sosial’. Bukankah kebanyakan orang lebih memilih menonton televisi seorang diri dibandingkan bercakap dan bergaul dengan banyak orang di sela waktunya? Kisah dalam buku ini mungkin ada yang sama dengan apa yang pernah alami. Semoga dapat mengambil hikmah dari apa yang telah tersaji.

  5. Utk sampulnya, meski cukup mengerikan, masih ‘pandangable’ lah utk anak2.:P
    Dan utk isi cerita, harapan terbesarku, membuat anak2 tdk perlu takut berlebih kepada pocong dan segala kerabat/keponakan/handai taulan/tetangganya(mbak kunti/om wewe gombel/dll/dsbgnya).
    Cukuplah menjadi bahan2 cerita seru2an. Sekedar sebagai pendiri bulu roma saja.
    Semoga saja begitu…Amin

  6. 1. Untuk sampulnya, sangat jauh dari kesan jika gambar sampul adalah hantu seram, ini malah lebih seperti hantu yang lucu. Ini mungkin karena sasaran buku ini adalah anak-anak.

    2. Saya mengharapkan buku ini dapat memberikan pengarahan untuk anak-anak agar dapat menyeleksi dan menyaring tayangan TV yang mereka lihat, karena sekarang banyak sekali pengaruh buruk TV yang langsung masuk ke otak anak-anak.

  7. 1. Kalo nonton tivi berarti ada pocong di samping yang nemani. hiiiihihihihiiiiii…… atuuttt….
    2. kalo di browsing tujuan buku ini adalah biar sipenonton tivi bisa memfilter media [harapan wempi sih begitu], tapi kalo blon baca lihat dari gambar saja sepertinya biar anak-anak bahkan orang dewasa semakin takut nonton tivi. kebayang gak tuh, ada pocong nemani nonton bareng. hiiiihihihihiiiiii……

  8. 1. Sampulnya unyu.. 🙂
    haha.. hantunya jadi lucu-lucu deh gaya kaya chibi gitu.. unik, anak-anak pasti suka nih kalo lihat bukunya.. apalagi adikku
    2. Saya ingin ketemu cerita yang fun, asik, tapi penuh unsur edukasi di buku ini, tentu dengan ilustrasi yang oke juga.. Jadi biar habis baca ini bisa lebih selektif lagi nonton tv, termasuk anak-anak juga, biar bisa pilih-pilih mana yang bagus atau ngga

    • terima kasih cizz… ternyata pandangan kita sama soal sampul itu. lucu 😀
      semoga nanti bisa terpenuhi harapannya setelah membaca..

  9. 1. Sampulnya menarik, lucu sekali sehingga anak-anak tidak takut saat melihatnya
    2. Selain lebih efektif untuk nonton tv juga agar anak-anak tidak takut lagi untuk kepada hantu. Juga untuk menjaring mana tayangan yang baik dan tidak baik. Semoga adik dan keluarga saya bisa meneladani edukasi yang disampaikan dalam cerita ini 🙂

  10. 1. Dari gambarnya sih tampak ada pocong dan kawan kawan seperguruannya,serta bolokurowo dari hutan sedang terpaku pada suatu benda. Benda yg Bahkan dapat membius kawanan pocong dan kawanan hutan. dari gambar ini tersirat beberapa makna yg kemudian diceritakan didalam buku ini (kayaknya sih,kan blm baca:-P)

    2. semoga buku ini dpt memahamkan anak tentang televisi dan menanamkan pd mereka bahwa membaca dongeng itu jauh lebih menarik Dan membahagiakan, seperti kita dulu membaca cerpen Di bobo^^.

  11. 1. Covernya lucu. Sesuai untuk buku dengan target pembaca anak-anak.

    2. Yang diharapkan dari membaca buku ini tentu saja selain terhibur juga adanya wawasan dan pemahaman baru yg ceritakan oleh si penulis.

    *bismillah.. semoga dapat kiriman bukunya 😀

  12. 1. Sampulnya keren… pocongnya ngepens sama chibi kayaknya… pake gaya menopang dagu.
    2. Semoga bisa menjadi buku yang punya CANDU yang positif karena penuh CANDA. memberi pencerahan tapi tidak asal-asalan. yang pasti setelah membaca jadi…. “Otak-Atik Kata Baca Buku, Biar Otak Kita Tak Beku”

  13. 1. Tidak seperti kebanyakan buku kumpulan literasi yg lain, sampul buku ini seperti merepresentasikan keseluruhan isi buku, tidak melulu pada judulnya. Hal ini termasuk unik, namun saya pribadi lebih suka sampul yang terfokus pada judulnya. Hal ini akan lebih memancing rasa ingin tahu pembaca. Dengan merangkul seluruh cerita oleh satu judul, buku ini sepatutnya akan lebih membuat pembaca mereka-reka apa saja isi buku tersebut.
    2. Saya berharap isi buku ini tak hanya memaparkan apa saja yang terjadi di media, namun buku ini selayaknya dapat mempersuasikan pembaca untuk lebih selektif dan membangun karakter terbaik mereka menghadapi gempuran media yang kian ganas.

  14. 1. Seru tuh sampulnya, specially si Badak bercula satu. Yang lain pada senyum, dianya kayak nahan sesuatu….
    2. Pastinya, dapat memperkaya imajinasi para pembaca.

  15. 1. Gambar sampulnya sangat ‘eye catching’, jauh dari kesan bahwa pocong itu menakutkan. Malah membuat penasaran karena ditambah dengan gambar hewan-hewan. Jadi penasaran sama isi bukunya!
    2. Harapannya setelah membaca buku ini adalah dapat memetik ilmu yang dituliskan sehingga menjadi orang yang lebih baik lagi.. kemudian bisa membagi isi buku ini kepada orang lain agar ilmunya juga didapat orang banyak

    terima kasih!
    mayafloriay@yahoo.com
    floriayasmin.blogspot.com

  16. 1. Wkt liat sampul langsung kpikir: mungkin pocongnya langsung illfill liat ini tv Indonesia hihihihihihihi mending baca buku kata si pocongnya
    2. Harapanku Yg baca jadi tau, pocong Dan hantu2 yg mereka Kira beneran ada (karena kebanyakan nonton tivi), ternyata bisa nonton tivi. Artinya, mereka nggak beneran ada, cuma org yg didandani ky gitu (pocong dll) oleh orang lain yg kerja di tivi. Artinya, pocong dll di tivi itu buatan org yg perlu kerja (uang) utk makan. Dan akhirnya, ngambil contoh dr pocong, yg baca tau kl apa pun yg disiarin di tivi itu berkaitan dg pekerja tivi dan uang (utk org dewasa). Atau hal2 ky pocong, cinderella, tersanjung 1-200 itu cuma cerita karangan org, ga beneran terjadi (utk anak2)

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s