Warak Ngendhog bertanya: Kamu Puasa Kapan?

Kamu puasa kapan?

Tanggal 1 Ramadhan…

Ya iya lah. Puasa tanggal 1 Ramadhan. Tapi tanggal 1 Ramadhanmu itu kapan? Dulu, dulu banget, tak perlu muncul pertanyaan seperti ini. Muslim seantero Indonesia Raya akan memulai puasa Ramadhan pada tanggal (Masehi) yang sama. Lebaran pun bareng. Coba kuinta-ingat, sejak kapan kita mulai dibuat bingung mau puasa dan lebaran kapan. Sepuluh tahun yang lalu? Atau lebih? Yang satu menentukan tanggal dengan hitungan matematis. Yang lain lebih mantap kalau meneropong bulan. Dua-duanya mestinya bisa diterima ya. Tinggal mantepnya yang mana. Nah itu lah yang bikin jatuhnya 1 Ramadhan dan 1 Syawal jadi berbeda-beda.

Ini jadi sebuah keribetan tersendiri loh. Misalnya di keluarga besar kami dari Embah dari garis ibuku, yang sepakat untuk berkumpul setiap lebaran hari ke-3. Nah kalau lebarannya beda-beda, hari ke-3nya beda-beda, bagaimana mau bisa ngumpul? Akhirnya ditambahkan ‘hari ke-3 lebaran sesuai pengumuman pemerintah.’ Bukan sesuai pengumuman Muhammadiyah, NU, atau kelompok organisasi Islam lain apa pun.

***

Di Semarang, ada satu tradisi asik menyambut datangnya bulan Ramadhan. Selain pasar DUGDERAN yang digelar beberapa hari (eh, tepatnya sebulan atau dua minggu ya?) sebelum Ramadhan, gongnya adalah pawai Warak Ngendhog yang digelar di hari terakhir Bulan Syakban. Kalau sudah gelar pawai ini, tandanya nanti malamnya sudah mulai sholat Tarawih, dan besoknya puasa.

(eh itu linknya ke Wiki bahasa inggris, keterangan lebih lengkap boleh lihat lagi diΒ http://www.visitsemarang.com/artikel/warak-ngendog)

Salah satu berkah bekerja di kantor yang sekarang ini adalah, bisa nonton pawak Warak Ngendhog langsung di depan kantor. Seperti hari ini. Kali ini pawai diberi judl Kirab Budaya. Aku ketinggalan openingnya, DrumBand dari Akpol, padahal itu yang dari pagi kutunggu-tunggu. Keren banget mereka itu…

Tadi pagi sempet sighing karena lupa bawa kamera (kamera orang, bukan punyaku) yang lumayan lengkap fiturnya. Sudah siap moto-moto pakai hape saja. Lalu nemu kamera pocket yang baru dibalikin setelah dipinjam teman, di laci. Lumayan, ketimbang hape. Eh ternyata baterenya habis. Jadi ya sudah, memang takdirnya moto-moto pakai hape…

Penonton berebut manggar warna-warni. Aku pengen nanya buat apa. Apakah ini dianggap membawa berkah atau sekedar buat mainan aja. Tapi males…

Entah kenapa kelompok ini dikasih judul ‘Kelompok Etnis’. Yang jelas dong. Etnis apa. Ada banyak kelompok etnis di Semarang kan ya?

Sepasang Barongsai yang tidak sopan. Berciuman dan bercinta di tengah keramaian. Untung nggak ketangkep kamera HP-ku yang kecepatannya aduhai *bantinghape*

Entah siapa yang ada di dalam kereta kencana ini. Di Semarang ngga ada ratu atau sultan…

Herannya ada barisan bendi berhias warak yang bertulis ‘Raden Anu’, ‘Kanjeng Itu’, ‘Raden Mas Siapa’. Mereka itu siapa ya? Kalau yang tulisannya ‘Sekda dan Istri’, ‘Kepala Dinas Anu’ itu sih jelas…

Warak yang imut-imut dan menggemaskan…

Warak Batik. Hahahaha… Ups.

Ouw yeah, siluet kepala warak yang keren…

Err… eh… uh… bokong warak. Ya gini nih, nginceng kepalanya yang ketangkep kamera bokongnya *bantinghapelagi* *kokgahabis-habisdibanting*

Sebenarnya barisan pawai masih panjang. Masih ada ratusan (iya lebay, tau) warak yang diusung sepanjang pawai. Tapi ini saja deh, kurasa cukup. Harus get back to my chair and work. Eh, posting ini dulu. Sebentar aja kok.

***

So… Kapan pun tanggal 1 Ramadhanmu jatuh di tanggal Masehi, selamat menjalankan ibadah bulan puasa. Semoga bisa konsisten rajin dari awal sampai akhir… bahkan sampai setelah Ramadhan habis. Amin.

Eh, lebaran kapan?

Advertisements

9 thoughts on “Warak Ngendhog bertanya: Kamu Puasa Kapan?

  1. Yg di kereta itu jajaran muspida, tp memerankan jajaran pemerintah jaman dulu. Kereta paling depan plt Walikota.

    Lebarannya sih katanya setelah puasa selesai mbak.

  2. warak : mengarak
    ngendog : bertelur
    arak-arakan sambil bertelur ? *akibat males ngebuka link* 😐

    met puasa juga ya buu

    • haha… dasar. ini akukopas-in

      warak itu makhluk rekaan yang merupakan gabungan beberapa binatang yang merupakan simbol persatuan dari berbagai golongan etnis di Semarang. Kata WARAK sendiri berasal dari bahasa arab β€œWara’I” yang berarti suci. Dan Ngendog (bertelur) disimbolkan sebagai hasil pahala yang didapat seseorang setelah sebelumnya menjalani proses suci. Secara harfiah, Warak Ngendog bisa diartikan sebagai siapa saja yang menjaga kesucian di Bulan Ramadhan, kelak di akhir bulan akan mendapatkan pahala di Hari lebaran.

      nah demikian πŸ˜€

  3. wah.. menarik πŸ˜€
    diriku ikut pemerintah aja lah.. dikarenakan putusan pemerintah kebanyakan berdasarkan pertimbangan para pembesar NU, dan diriku masih memegang adat jawa.. jadi begitulah XD overall, diriku tak mempermasalahkan mulai kapan.. yang penting mari puasa πŸ˜€

    selamat puasa ya mbak.. dan salam kenal πŸ˜€

    • uhm… iya aku juga ikut pemerintah. tapi… apa hubungannya NU sama adat jawa yak? hehe…
      salam kenal dan selamat berpuasa…

  4. sekian tahun di semarang tapi belum pernah liat festival ini T.T paling banter cuman liat pas ulang tahun semarang pas night carnaval itupun dua tahun yang lalu hiks hiks hiks

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s