Penghormatan atau Penghinaan?

image

disclaimer: bukan iklan warung yang di gambar itu

Tiba-tiba restoran dan warung makan harus pasang tirai. Tempat hiburan dilarang beroperasi. Yang nekat diancam didatangi dan dirazia. Katanya harus menghormati umat Islam yang sedang berpuasa. Di lain pihak, teman-teman yang tidak berpuasa tak jarang yang mengeluh. Susah cari tempat makan siang karena banyak warung yang tutup.

Entahlah… Puasa itu kan intinya melatih kemampuan menahan hawa nafsu. Mustinya ndak masalah dengan warung yang tetap buka tanpa tirai. Juga tempat hiburan malam yang tetap beroperasi. Justru membuat puasa makin bermakna. Latihan tahan hawa nafsunya jadi lebih berkelas. Masa sih kita senggakpercayadiri itu? Sampai harus dibantu dimudahkan dengan mengurangi godaan? Lagian jika memang sudah bulat niat untuk berpuasa, mustinya ndak ngaruh kalau lihat warung buka. Bahkan lihat makanan atau orang makan di depan mata.

Jadi kupikir, menutup apa-apa yang dianggap godaan demi memudahkan yang berpuasa itu justru penghinaan. Nganggep kita kaya anak TK yang lagi belajar puasa. Dan jadinya kita ndak menghormati yang ndak puasa. Puasa tapi maunya menang sendiri. Semua-mua harus dikondisikan untuk memudahkan yang puasa.

Jadi lucu juga mereka yang sampai mau razia warung-warung yang buka siang hari di bulan puasa. Jadinya seperti mereka menghina diri sendiri. Daripada ngerazia warung kenapa ndak kerja bakti aja bersihin rumput di pinggir jalan kampung? Jelas manfaatnya. Mereka itu ndak pernah puasa sunnah di luar Ramadhan? Kan ya semua tetap buka seperti biasa. Ndak masalah….

***

Pengin puasa dengan godaan yang minimalis? Pergi aja ke pucuk gunung yang sepi. Di sana ndak perlu repot nahan godaan makan dan hiburan.

42 thoughts on “Penghormatan atau Penghinaan?

  1. nah, bener nih tulisan, masa iya niat puasa tapi kalah sama godaaan.
    tapi situ bukan korban pemilik warungkan yang dipaksa tutup karena alasan yg gk objektif :))

  2. couldn’t agree more.. buktikan kalau kita bukan muslim yang manja. buat beresin satu ibadah personal aja semua godaan musti diblokade untuk menjaga iman kita. hih! dikira kita gak sanggup puasa apa?

  3. itu kaefceh ditutup juga ga ngaruh orang baunya lebih asoy geboy nari-nari di hidung, paling ngenes kl pas ga puasa warung2 tutup, susah nyari tempat makan😐

  4. Menurutku, ga ada itu “menghormati yg puasa”. Agak salah kaprah. Menurutku “Menghormati ibadah”, yg lebih mencakup sisi kemanusiaan utk beribadah. Mau puasa kek, mau ngaji, mau bertasbih, mau tadarus. Setiap saat, setiap detik, semua orang.

    • hooo… maksudnya ‘standar kebenaran selalu dimiliki orang mayoritas’ itu apa ya? yang mana yang dimaksud ‘kebenaran’? yang razia warung itu? siapa yang menganggap itu benar? apakah benar mayoritas dari kaum mayoritas itu menganggap itu baik dan benar?
      aku, kalau mau dibilang, adalah bagian yang disebut mayoritas itu. dan aku justru menggugat mereka yang menuntut non muslim ‘menghormati yang sedang berpuasa’ dengan menutup warung dan tempat hiburan. yang menginginkan keadaan seperti itu justru cuma sebagian kecil dari ‘orang mayoritas’ yang sedang menjalankan puasa. cuma kita yang lebih banyak ini memang kalah norak kalau soal teriak-teriak. jadi mereka-lah yang lebih mencolok mata dan kuping.

  5. bln puasa justru byk mnyusahkan umat lain,, katanya rahmatan lil alamin tp koq mempersempit ruang gerak umat lain..??

  6. secara ga langsung Muslim masih dianggep kayak anak TK yg masih dalam tahap belajar berpuasa.

    “Malu……Menahan Godaan ko Masih Harus Dimudahkan”.

    • ya… itu buat mereka yang merasa tidak perlu penciptaan kondisi khusus. puasa ya puasa aja. tidak usah minta bantuan dari lingkungan. harus bisa mengendalikan diri sendiri.
      kecuali anak-anak yang masih belajar puasa. perlu diminimalisir godaan hadir di hadapan mereka…

      • Maafkan saudara saudara kami (Muslim) yang jadi merepotkan kalian-kalian (Non Muslim) di bulan puasa ini.

        Saya sendiri miris klo liat kelakuan mereka mereka (Muslim) yang selalu memaksakan kehendak mereka tanpa ada rasa toleran sedikitpun.

  7. Harusnya memang dengan adanya puasa ramadhan, kita juga bisa toleran dengan mereka yang enggak ikut berpuasa. Memang gak begitu kerasa kayak lagi puasa, kalo godaan2 itu ditiadakan.😛

    Serasa belum dipercaya aja kalo ternyata kita juga bisa mampu menyelesaikan puasa, meskipun godaan2 ada di sekeliling.😀

  8. bener mb latree, kalau menurut saya bagaimana kita menyingkapi arti dan hakikat puasa itu sendiri, kalaupun warung-warung bener-bener ditutup semua kalo emang yang puasa ga niat puasa ya beli roti aja do toko atawa mart-mart yang berseliweran disana sini, ga ngaruh kan. Bener kata mba. juga, walau orang makan di depak kita klo emang niat ya ga ngaruh juga hehe, btw itu foto KAEFCE nya kayanya di semarang ya mb😀, bner ga sih, thx

  9. “Pengin puasa dengan godaan yang minimalis? Pergi aja ke pucuk gunung yang sepi. Di sana ndak perlu repot nahan godaan makan dan hiburan.”

    tapi godaannya penampakan setan & jin XD~ *ditimpuk*
    niwey, salam kenal ya, mbak ^^

    • ah, ini cuma grenengan aja kok Ek. banyak sebenernya yang berpikiran sama denganku, cuma mungkin males aja nulis di blog. atau ngga punya blog hehe…

  10. Assalamualaikum. sbernya sih, warung makan di tutup apa engganya itu sih urusan mereka(owner warung tsb), lebih baik kita MENGHARGAI orang yang udah MENGHARGAI kita(dengan menutup warung makan dengan horden), mungkin mereka menutup warung makannya bukan karena meledek kaum muslim secara tidak langsung karena tidak kuat/alasan apapun, tapi memang mereka sadar bahwa mayoritas masyarakat indonesia ini muslim, makanya mereka menutup warung makan mereka, walaupun owner warung tsb muslim juga, mas nya jg jangan suuzon sama mereka, biasa aja, indonesia kan negara demokrasi, jadi bebas asal tidak melanggar HAM, kalo masalah ormas, nah ini saya setuju sama pendapat mas, saya juga kaum mayoritas, tp kenapa saya kurang suka dengan mereka(ormas) karena 1 dia selalu mendahulukan ulil amri(jabatan yg berhak) untuk mengeksekusi sesuatu itu yg saya ga suka, contoh, dia membubarkan diskotik sesuka hati dan contoh2 yang lain, ayo muslim indonesia bersatu, gausah berfikir negatif tentang apapun, biasa aja, ada yang lebih PANTAS MENILAI dibanding manusia, karena cuma Dia yang Maha Mengetahui maksud dan niat seseorang🙂
    *ya walaupun kadang saya suuzon terhadap orang, nama nya manusia diciptakan dengan tidak sempurna, tapi merubah diri menjadi lebih baik itu mulia, walaikum salam

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s