Janaka 1000 – Pentas Peringatan 75 Tahun Ngesti Pandhawa

*dari pentas Janaka 1000, Wayang Orang Ngesti Pandhawa; Sabtu, 17 Nopember 2012*

Setiap Sabtu malam, di Gedung Wayang Orang Ngesti Pandhawa dipentaskan satu lakon. Tapi berbeda dengan Sabtu malam lainnya, kali ini lakon wayang orang dipentaskan oleh para seniman dari 4 kota (Semarang, Yogyakarta, Solo, Jakarta). Tarifnya juga beda, yang biasanya 20 ribu rupiah, kali ini ada tiga pilihan: 25 ribu untuk balkon, 50 untuk festival dan 75 ribu untuk VIP. Dan gedung pertunjukan penuh penonton. Edisi khusus ini adalah dalam rangka peringatan ulang tahun Kelompok Ngesti Pandhawa yang ke-75. Tujuh puluh lima! Wow.

Aku sendiri tidak terlalu hapal nama-nama seniman wayang orang. Tapi jelas aku kenal (siapa juga yang tidak?) Didik Nini Thowok, seniman tari yang nyentrik asal Yogya. Pria lembut ini membuka acara dengan tariannya yang entah judulnya apa. Kreasinya khas Didik banget. Metamorfosa dari satu tarian ke tarian lain. Kostumnya berlapis dan dibuka satu persatu. Jangan bayangkan strip tease. Yang ini sama sekali tidak saru.Ā  Entah tubuh Didik terbuat dari apa, di mana tulangtulangnya. Gerakannya gemulai sekaligus jenaka. Dimulai dengan tarian mandarin, Didik tampil cantik dengan gaun ungu dan payung. Kemudian berubah menjadi wanita berkebaya membawakan tarian jawa, tari modern, dan berakhir dengan kostum seksi penari dangdut. Dari semua itu, entah kenapa yang ini yang bisa tertangkap gambarnya…

***

Diawali dengan setting di sebuah alas gung liwang liwung, lengkap dengan dhemit yang gentayangan, Lesmana sedang galau karena jatuh cinta. Suatu kebetulan datang Betari Durga. Dia merasa iba pada Lesmana dan membantu Lesmana untuk mewujudkan keinginannya bersanding dengan Sembadra. Tentu ini bukan hal mudah, karena Sembadra adalah istri Janaka, ksatria Madukara. Betari Durga mengubah wujud Lesmana menjadi Janaka.

(adegan ini mulai mengocok perut, karena baik pemeran Lesmana maupun Didik Nini Thowok yang jadi Janaka malihan tak berhenti ngocol baik dengan dialog maupun gerakan)

Gedung makin riuh dengan munculnya para Punakawan. Lucunya minta ampun, tapi aku ndak bisa menceritakan… Entah ekspresi wajah mereka sebenarnya bagaimana, tapi make up muka mereka memang sudah lucu. Ditambah dialog dan gerakan yang super kocak, sukses bikin aku sakit perut dan tertawa sampai berurai air mata…

Sementara itu di Ksatrian Madukara, Pandhawa bersaudara dan segenap kerabat, termasuk istri-istri Janaka, sedang dibuat resah. Janaka sedang sakit dan tidak mau melakukan apa pun. Diam, tidak mau bicara apa pun. Semua sudah mencoba membujuk namun tidak ada hasilnya. Prabu Baladewa merasa kesal dan menggertak, “Jika sampai besok pagi kamu masih seperti ini, kuceraikan kamu dari Sembadra!” Tak disangka, mendengar itu Janaka bangun tapi langsung pergi meninggalkan tempat itu. Semula Prabu Baladewa senang karena dia berhasil membuat Janaka bangun. Tapi kemudian baru disadarinya, Sembadra menangis karena suaminya pergi begitu saja. Kekacauan baru, dimulai.

Prabu Baladewa merasa bertanggung jawab atas minggatnya Janaka. Dia berjanji kepada Sembadra, akan membawa pulang suaminya. Werkudara, Gatotkaca, Yudhistira dan semua ksatria juga berpencar ikut mencari Janaka. Dan semuanya pulang membawa Janaka…

(Aku duduk di bangku belakang dan ndak bawa kacamata. Aku juga bingung yang mana tadi Janaka yang asli. Yang aku tahu pasti palsu adalah yang diperankan Didik, karena dia pakai kemben, sementara yang lain telanjang dada. *aargh…* Eh, aku agak bingung juga. Didik itu kan laki-laki, kenapa pakai kemben?)

Satu persatu Janaka mendatangi Sembadra. Dari Janaka satu sampai empat, semuanya bagus. Nembang gandrung untuk Sembadra. Sembadra mulai bingung kenapa suaminya jadi banyak. Makin lama makin banyak sampai ada 1000 (pura-puranya… sebenarnya waktu aku hitung cuma ada 12 :p). Janaka ke-lima itu mas Didik. Ndak bagus.Ā Dia tetep aja ngocol. Janaka yang ke-enam dan selanjutnya itu asal-asal pakai kostum Janaka aja. Dan mereka ngga ngapa-ngapain, cuma datang menuhin panggung aja gitu. Biar Janaka-nya terlihat banyak. Gerakannya semaunya. Emang sengaja kali ya…

Kembali Prabu Baladewa dibikin pusing dengan banyaknya Janaka yang pulang, padahal dia hanya bikin minggat satu Janaka. Tambah pusing lagi ketika para Punakawan ikut muncul dengan kostum Janaka *bentar ngakak dulu*. Yang disandang di punggung bukan anak panah, tapi kemoceng, ulegan, dan kenthongan. Katanya kehabisan panah, dipakai pemain yang lain hahaha… Adegan kekacauan jadi makin kacau…

Karena semua Janaka mengaku asli, Prabu Baladewa memerintahkan semua Janaka untuk bertarung, siapa yang menang, dia lah Janaka yang asli. Nah, sayembara yang aneh dan beresiko. Bagaimana kalau yang menang yang palsu? Tapi ya begitu lah. Pertarungan antar Janaka berlangsung. Ada yang serius ada yang guyon. Sampai tersisa lima besar Janaka terpilih (ini empat Janaka yang bagus plus mas Didik). Iya, seperti kontes Indonesian Idol jadinya…

Ketika tinggal lima Janaka yang sama saktinya, Prabu Kresna menghantamkan Jimat Kalimasada, dan Janaka jadi-jadian berubah ke bentuk aslinya, buta. Nah kenapa ndak dari awal saja begini? Apa Jimat Kalimasada kurang kuat ya, kalau harus menghantam 999 Janaka palsu, hehe. Yang jelas ya ndak seru kalau ndak ada perang-perangannya ya…

Sembadra langsung menyambut suaminya, sementara para ksatria mengejar dan memerangi para buta yang memba-memba menjadi Janaka. Tidak diceritakan apa yang terjadi dengan Lesmana…

Kisah berakhir dengan Sembadra yang berbahagia bersama Janaka, dan para ksatria berjaya…

Ini para pemain wayang ndak mau kalah sama cheer leader, bikin piramid! šŸ˜€

***

Hm… kisah ini bikin aku makin ndak suka sama Janaka. Sudah playboy, manja pula. Digetak gitu aja minggat. Bikin repot banyak orang. Eh, giliran para pemalsu dirinya sudah ketahuan, dia enak-enakan mesra-mesraan. Padahal saudara-saudaranya, keponakannya, paman-pamannya bertarung mengusir para Janaka palsu. Sungguh terlalu.

Lepas dari semua itu. Kekagumanku pada para pemain wayang, dan wayang orang, tidak berubah. Para pemain wayang itu, dengan gerakannya bisa menampilkan karakter lembut, gagah, keras, sembrono. Selain itu mereka juga bisa nembang dengan merdu. Hebatnya wayang orang itu, dengan gerakan dan hentakan musik saja, kita bisa membayangkan pertarungan yang tak kalah keras dari pertarungan James Bond dengan Silva. Dengan tarian Sembadra dan Janaka yang minim sentuhan, kita bisa membayangkan mereka sedang bermesraan seperti James Bond dan Severine… Or is it just my imagination?

***

Sama sekali ndak rugi melek sampai jam 12 malam. It’s worth it. Puas banget nontonnya. Oh ya, dan semua dokumentasi kurang lengkap tanpa yang satu ini. Sebenarnya aku pengen ketemu Bagong. Tapi dia sudah cucul, katanya. Dan entah di mana. Err.. dan aku masih ndak tahu juga ini yang asli atau palsu. Pokoknya Janaka aja!

Dirgahayu Wayang Orang Ngesti Pandhawa. Semoga tetap setia berkesenian. Kapan-kapan aku nonton lagi…

Advertisements

6 thoughts on “Janaka 1000 – Pentas Peringatan 75 Tahun Ngesti Pandhawa

    • normal banget Ka. karena bahasa yang dipakai wayang bukan bahasa sehari-hari. dan sudah sangat jarang di antara kita yang bisa mengenali tokoh wayang. kita juga tidak akrab dengan kisah-kisah wayang, meskipun banyak yang sudah jadi cerita default dan sering dipentaskan.
      untuk wayang orang, tanpa sinopsis aku masih bisa menangkap kata-kata dalang dan pemainnya walaupun tidak sempurna. tapi kalau sendratari aku butuh sinopsis…

  1. aku wes suwe ora nonton wayang, terakhir sebelum nikah sama bapak di gedung wayang orang sriwedari solo šŸ˜¦

    itu yan gjadi janaka kok gagah ya, biasane rodo feminin, kenapa juga ya janaka digambarkan agak feminin tapi istrinya akeh je :)) *dibahas*

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s