Awur-awuran ala Atisejati*)

Ketika mulai bergabung dengan Atisejati sekitar bulan November 2010 dulu, aku tinggal tahu jadi 10 puisi-musik yang ada di album ‘Hati Kata-kata’. Tugasku hanya mendengar, menghapalkan, lalu ikut membawakannya di pentas-pentas Atisejati setelah itu.

Awal 2012, Atisejati berproses mengerjakan musikalisasi puisi-puisi baru. Setiap anggota mendapat jatah puisi yang harus dimusikkan. Aku dengan keterbatasan kemampuan musikku, selalu mengerjakan musikalisasi puisi dengan sederhana. Mengingat lagu-lagu di Album Hati Kata-kata yang menurutku sangat ‘kaya’, aku sempat minder. Toh tetap aku lakukan bagianku semampunya. Pada bagian-bagian tertentu aku stuck dan menyerah.

Ketika kuperdengarkan hasil komposisiku kepada teman-teman anggota yang lain, ah ya, benar saja. Ada hal yang membuat mereka tertawa, karena komposisiku yang terlalu sederhana, yang bahkan katanya lebih cocok dibawakan oleh girl band. Aku sama sekali tidak tersinggung. Aku malah merasa tersanjung, karena bahkan komposisi yang sederhana itu tetap dipakai. Tentu saja, harus dipoles lagi.

“Nanti kita awur bareng-bareng, kita juga biasanya begitu”

Begitu kata Adith, arranger andalan Atisejati. Ngawur, katanya. Asem tenan. Bagaimana sebuah pekerjaan ngawur bisa menghasilkan karya yang begitu keren?

IMG-20121209-01705

Maka di materi-materi baru, aku ikut terlibat, ‘ngawur’ bersama mengerjakan beberapa musikalisasi puisi. Sama sekali tidak ngawur. Aku lebih suka menyebutnya ‘merdeka’. Tidak terkekang satu warna, siapa saja bisa usul. Dan yang mungkin bisa dibilang ngawur (saking merdekanya) adalah, main tabrak dalam aransemen musik dan vokalnya. Tapi toh hasilnya asik banget.

Euh. Dan ngawur lainnya. Tega “mengalokasikan” nada-nada super tinggi buatku, tak peduli aku bersuara sampai kecekik-cekik…

Lepas dari semuanya, berproses bersama dalam Atisejati adalah hal berharga tersendiri. Melebihi rasa ketika akhirnya Atisejati mempersembahkan garapan musik-puisi di depan audiens.

berkata kaca

Tanggal 15 Desember nanti, Atisejati akan turut ambil bagian dalam peluncuruan Antologi Puisi ‘Berkata Kaca’ karya Dhenok Kristanti dan Nana Ernawati. Atisejati akan membawakan empat puisi dari buku tersebut, plus beberapa musik-puisi koleksi lama. Datang?

*) Atisejati adalah Sosiawan Leak, Suprek, Luluk, Adith, Pendi dan Latree Manohara

Advertisements

2 thoughts on “Awur-awuran ala Atisejati*)

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s