25 Menit

*untuk prompt #3 di MondayFlashFiction*

“Gawat!”

Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! Kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah usaha sia-sia. Aku sudah telat!

“Tidak apa-apa,” kataku menenangkan hati.

Aku mulai memasuki ruangan. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat ke arahku. Tapi perhatian mereka segera teralih kembali ke arah altar.

“Kau boleh mencium pengantinmu,” kata pendeta. Dan aku tak bisa mencegah mataku menyaksikan pemandangan yang tidak kuharapkan. Laki-laki itu mencium Clara yang diam tak bisa berbuat apa-apa. Tepuk tangan penuh hingga ke langit-langit gereja. Dadaku pecah.

Aku keluarkan lagi secarik kertas yang diselipkan Clara, atau siapa pun, di pintu kosku tadi malam.

 

datanglah ke gereja besok jam 9.30. hanya kamu yang bisa berkata ‘tidak’ dan mencegah pernikahanku diresmikan – Clara

Kulirik lagi jam tanganku. Pukul 09.35. Mestinya belum sampai titik ini. Mestinya aku masih sempat mengajukan keberatan pada pendeta. Apakah upacara dimulai lebih awal?

Aku masih terdiam di muka pintu ketika mempelai berjalan keluar diikuti wajah-wajah bahagia keluarga. Aku terpaksa menyingkir sedikit ke tepi pintu. Kudengar sekilas Clara berbisik padaku sambil melewatiku. Wajahnya beku.

“Kamu terlambat 25 menit.”

Apa? Kulihat lagi jam tanganku, jam 09.37. Tapi saat itu kudengar dentang lonceng gereja sepuluh kali.

Kuraih entah tangan siapa yang lewat di dekatku, kulihat jam tangannya. Pukul sepuluh. Tangan yang lain, pukul sepuluh. Tangan yang lain lagi, pukul sepuluh.

Aku terduduk di lantai. Lemas. Mendengar riuh kaleng di belakang mobil pengantin yang kian jauh kian hilang. Membawa cintaku. Membawa Claraku, dan anakku di dalam tubuhnya.

Advertisements

47 thoughts on “25 Menit

  1. ya ampunn melelehhhh hatikuu . aku malah inget tom n jerry yang di giling pake kayu gilingan roti jadi melambai kayak kertas .. 😀

  2. Wah, ternyata emang harus gini ya bikin FF itu………..bener FLASH …..kayak kilat, pendek, berisi daaaan…….mantab. Latree Manohara gitu lhoo….bunda mau donk banyak belajar ya? Trus koreksi dan kritik kalo bunda ikutan bikin MFF. Oke. Salut, ceritanya emang “greget” banget.

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s