Selamat Ulang Tahun, Risa.

prompt #4 di Monday Flash Fiction

============================

Kali ini tidak ada kue ulang tahun. Tidak ada tumpeng. Tidak ada pesta. Ibu sempat berpikir untuk merayakan ulang tahun Risa meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi akhirnya Ibu memutuskan untuk merayakan hari lahir Risa dengan tenang. Dan ia yakin Risa tak akan keberatan. Mungkin Risa justru menyangka Ibu sedang menyiapkan sebuah kejutan.

Bukan dilupakan. Bukan tak ada peringatan. Bayu sedang dalam perjalanan dari membeli kado, sebentar lagi dia datang. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Persahabatan mereka sejak kecil begitu tulus dan indah. Bayu tak pernah absen mengucapkan selamat ulang tahun pada Risa.

“Ibu! Lihat! Aku bawa boneka untuk Risa!”

Ibu tersenyum kemudian berkata, “Lucu sekali. Mudah-mudahan Risa suka. Ibu antar ke kamarnya sekarang?”

Bayu mengangguk senang.

Berdua mereka masuk ke kamar. Bayu meletakkan boneka di atas meja rias, di samping kotak abu Risa. Lalu memanjatkan doa untuk ketenangan Risa di surga.

Ini kali pertama, Ibu dan Bayu merayakan ulang tahun Risa di depan abu kremasinya, setelah tiga bulan yang lalu Risa meninggal karena leukimia.

Advertisements

21 thoughts on “Selamat Ulang Tahun, Risa.

  1. kereen, aku tertipu…:-) btw, mbak mampir di promptku ya. kayaknya ngos-ngosan deh,… dan apakh FF itu gak boleh banyak kejutan? trus, kata mbak Diah, FF ku kayak cerpen yang di ringkas, betulkah? aku kok belum bisa ya bikin FF yang kereeen…hiks. maaf mbak banyak nanya…hihihi

    • nah itulah. aku ini juga biasanya nulis cerpen, baru belajar nulis FF. kadang tulisanku masih ‘dikategorikan’ fiksi mini juga…

  2. iyya bener, emosinya mengaduk2 jiwa *maap, bahasana alay :D. tapi gak tau kenapa di akhir paragraf awal, saya udah bisa nebak kalau Risa itu udah mninggal 🙂

  3. seperti tenang tapi pasti dalam hati berat.
    bulan ini almarhum anak saya berulang tahun juga. udah mulai beleber2 air mata dr kemarin 😦

  4. ish, selalu suka deh ceritanya mak Latree. Temanya simple, tapi gaya berceritanya enak. Abis baca cerita mak Latree selalu senyum, entah itu senyum ketawa lucu, senyum terharu, ato senyum sedih *ada ya?*. Yaaa, gitu deh. Hehe.
    I’m your big fans, Mak! ^_^

    • terima kasih mbak… iya aku bisanya nulis yang simpel-simpel, ga bisa merumit 😀

      ada senyum sedih, tapi mudah-mudahan kita menebar senyum bahagia ya 🙂

  5. Saya tergoda buat nanya: kenapa untuk kematian yang dramatis itu biasanya (dan kebanyakan) karena penyakit semacam leukimia, kanker otak, mati kecelakaan mendadak…. Padahal bisa aja ada orang mati keselek duren. *plak*

    Tapi ini keren, Mbak Latree~!

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s