Jejak

Untuk Prompt #14 di Monday Flash Fiction

*gambar milikΒ Kartika Kusumastuti*

Pagi pukul 06.30. Sudah ada beberapa orang di rumah ketika Ross datang. Meg, pembantu yang datang setiap pagi dan pulang setelah pekerjaan selesai; ya, dia yang menemukan mayat Liz. Tim, tetangga depan rumah Liz yang datang karena mendengar teriakan Meg. Dan Mc. Cain, polisi desa yang juga teman sekelas Ross sejak SD sampai SMA.

Mayat Liz masih meringkuk di samping kulkas, seperti ingin memeluk kaki meja makan. Lehernya biru bekas cekikan tali.

“Selamat datang, Ross. Di mana kamu semalam antara jam 12 – 2?”

“Apa maksudmu, Mc. Cain? Apa kau mencurigai aku telah membunuh kakakku sendiri?”

“Maaf, aku hanya menjalankan prosedur. Aku harus menanyai semua orang dekat korban.”

Ross mendengus, “Di rumah. Tidur. Setengah jam yang lalu Tim menelpon aku, mengabarkan kematian Liz dan memintaku segera datang ke sini.”

Mc. Cain bersandar ke kusen jendela. Pandangan matanya terarah ke jejak sepatu yang terlihat menjauh.

“Jejak sepatu itu menuju ke rumahmu di lembah sana, sepertinya…”

Ross mendekat dan berdiri di sampingnya, “Kau benar, tadi malam memang aku ke sini. Ada yang harus kubicarakan dengan Liz. Aku pulang sebelum jam sebelas. Dia masih hidup waktu kutinggalkan. Kau lihat, jejak itu sudah hampir hilang tertimbun salju.”

“Pembicaraan tentang warisan ayahmu yang ingin kau kuasai sendiri? Maaf aku harus menahanmu atas pembunuhan berencana atas Liz Havermuth. Segala yang kamu ucapkan bisa dan akan dicatat. Jika kamu tidak punya biaya untuk membayar pengacara…”

Ross memberontak, tapi Mc. Cain telah melingkarkan borgol dan mendorongnya masuk ke mobil.

Ross mengerang. Harusnya rencana ini sempurna. Pukul sebelas dia datang berjalan mundur, agar jejaknya dikira jejak pergi. Bertahan dua jam menahan diri demi alibi. Membunuh Liz, lalu pulang meluncur dengan ski. Cepat dan jejaknya tipis, hingga pagi ini sudah tak terlihat lagi.

“Ayolah Ross. Setua ini, masa idemu masih di seputar jejak sepatu?”

Ross mendengus. Teringat waktu kelas 3 SD, dia dan Mc. Cain memakai sepatu tua milik ayah Mc. Cain yang mereka temukan di gudang. Lalu meninggalkan jejak yang hilang di sungai setelah mencuri apel di dapur Mrs. Puff .

Advertisements

38 thoughts on “Jejak

    • tentang bikin jejak di salju aku juga pernah baca di salah satu cerita Poirot, tapi bukan jalan mundur sih…

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s