derak

bersama pagi ketika muadzin sedang berdiri mengumumkan subuh, seperti engsel pintu berkarat ada yang berderak dalam tubuh. entah di bagian mana. aku miring ke kanan dia berbunyi. aku miring ke kiri dia hilang. aku duduk dia berbunyi. aku berbaring dia hilang lagi.

kadang terdengar seperti dari dalam dada. lalu pindah ke perut. keriyutnya menusuk kuping, melinukan hati.

tapi bagaimana jika derak itu ternyata dari dalam hati?

Advertisements

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s