EKSPEDISI GEMILANG

Untuk Prompt #28 MondayFlashFiction

=============================================================================

Kupacu jeep menembus hutan. Sesekali aku melirik tiga buah peti yang sudah kami temukan. Setelah lebih dari tiga tahun ekspedisi yang melelahkan, kerja keras kami membuahkan hasil. Berkali-kali aku patah semangat dan ingin berhenti. Aku mencoba meyakinkan Raven bahwa semua ini hanya khayalan. Harta karun itu tidak pernah benar-benar ada. Terlalu sedikit fakta hasil studi yang mendukung. Dengan waktu yang cukup lama dan seperti tanpa ada kemajuan penyelidikan, rasanya semua kerja keras kami sia-sia. Para sponsor pun satu per satu mengundurkan diri. Sudah bagus mereka tidak minta ganti rugi.

Gambar dipinjam dari sini

Tapi Raven tidak pernah putus asa dan selalu berhasil meyakinkan aku kembali. Walaupun tinggal kami berdua. Jokena, pria setempat yang biasa membantu kami pun sudah sejak bulan lalu pergi. Kami tidak punya uang untuk  membayarnya lagi. Apalagi sebenarnya dia mulai merasa tidak  nyaman karena kami masuk semakin dalam ke hutan yang belum pernah dirambahnya. Dia takut ada suku pedalaman yang masih liar dan menyerang.

Dan siang ini, setelah dua hari kami makan buah dan daun-daunan hutan untuk makan karena benar-benar kehabisan bekal…

Harta karun Suku Maya. Yang telah diyakini punah tiga ribu tahun lalu. Sebuah gua penuh dengan emas berbagai bentuk dan rupa. Selama hampir satu jam aku dan Raven hanya bisa menganga. Tertawa. Menjerit. Berpelukan. Saling meninju. Memaki. Butuh truk untuk bisa mengangkut semuanya.

Tapi kami belajar dari kisah lama, yang fiksi ataupun yang nyata. Ketamakan itu membunuh. Maka kami putuskan untuk mengambil secukupnya. Sebanyak yang bisa diangkut jeep tanpa menjadi overload. Jalan pulang, seperti jalan kami berangkat, adalah hutan yang penuh jebakan. Dan sisa bahan bakar yang kami punya tidak banyak lagi. Lebih baik kami pulang dengan selamat membawa sedikit hasil, daripada berusaha membawa banyak tapi tidak pernah sampai ke rumah.

Kami? Aku, tepatnya. Raven sudah kulempar ke jurang sesaat sebelum mesin jeep kunyalakan. Dan tiga peti ini akan jadi milikku sendiri. Maafkan aku Raven, tiga tahun menemanimu menderita di hutan, sebenarnya belum cukup dibayar dengan tiga peti ini. Terima kasih, anyway. Nanti kusampaikan kepada keluargamu, kamu diserang penduduk suku pedalaman. Kutinggalkan sedikit perhiasan pada mereka untuk penghiburan. Aku janji.

Sebentar  lagi aku keluar hutan. Sambil terus menginjak pedal gas aku tersenyum sendiri membayangkan liburan setelah ini. Keliling Eropa. Dan setelah itu Hawaii sepuasnya.

HECK!!!

Sialan. Rodaku mendadak berhenti berputar. Sepertinya aku terperosok. Aneh. Ini jalan yang kami lalui ketika berangkat. Dulu tidak ada apa-apa di sini. Jalanan di sini masih lebih manusiawi ketimbang yang di dalam hutan.

Kumatikan mesin, lalu turun. Benar saja, roda kanan depanku masuk lubang yang cukup dalam. Lubang yang seperti baru dibuat. Baru dibuat? Siapa yang membuatnya?

UWWUWUWUWUWUWUWUWUWUWWW!!!!

Teriakan-teriakan berdatangan dari segala arah. Puluhan orang dengan pakaian primitif dan muka dicoreng-moreng. Kepala mereka penuh hiasan bulu binatang. Tangan mereka terangkat ke atas mengacungkan pedang dan tombak. Aku tidak sempat berteriak ketika salah satunya menghantam.

Advertisements

17 thoughts on “EKSPEDISI GEMILANG

      • kupikir sih goa harta dan suku pedalaman saling berhubungan. mereka adalah penjaga harta. ketika ada yang ngambil harta mereka akan mempertahankan mati-matian.
        Biasanya sih gitu dalam film-film. 😀

        • nah ini kan juga jagain. tuh sebelum dibawa keluar dimatiin juga yang ngambil. beda SOP aja kali. *ngeles*

        • kan repot ntar bawa-bawa petinya balik ke goa. dan pasti mereka belum kursus nyetir mobil, pasti nggak punya SIM pula.
          *ngotot*

        • oh iya… mungkin mereka juga bukan pemilik harta karunnya itu. mereka juga lagi nyari-nyari, dan ketika sudah ketemu tinggal ngrampok aja dah…

        • whuaaa….suku yang jahat! mau enaknya aja.
          tapi betul juga ya, barangkali perlu GPS buat nyari goa itu. Mereka mana punya!
          Tapi akal mereka nggak kurang cerdik.
          Salut…salut…
          *tepok jidat*
          😀

  1. Berasa maen GAME diamond jewel quest III. Eh, bukan! Berasa nonton pilem horror Indonesia. Kan biasa tuh ngambil setting di hutan2 biar lebih kerasa horornya. 😉

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s