Hasil

Ikut meramaikan tantangan ke #3 MMFIdol
===================================

“Berhentilah mengoceh, nanti kamu tambah kurus. Dan kamu, juga suamimu yang sok iye itu, jangan pernah menghubungiku lagi.”

Lamat-lamat masih kudengar perempuan itu bicara, setelah aku memutuskan cukup memaki-makinya, membalikkan badan dan berlalu. Pasti dia pikir aku berhenti karena ancamannya itu. Seperti dia mengira aku akan menerima semua alasannya yang tidak masuk akal. Biar saja. Buang-buang waktu dan tenaga kalau diterus-teruskan bicara dengannya. Dia tidak cukup cerdas untuk beradu bahasa. Lihat saja, dia ingin coba membalas memaki tapi tanggung benar.

***

Sudah hampir tengah malam. Aku baru selesai merekap cicilan yang masuk, baik yang dibayar dengan suka rela maupun yang harus dipaksa. Mau bagaimana lagi. Aku dan suamiku bukan sinterklas yang suka membagi-bagi hadiah. Uang yang kami pinjamkan kepada orang-orang harus kembali supaya bisa berputar lagi. Ini mata air kehidupan kami.

Seperti tadi siang. Melihat rumahnya yang sebesar itu, dan mobil yang dia pakai ke sana kemari, perhiasan yang ngrempyang di sekujur tubuhnya… Bagaimana aku bisa percaya dia belum bisa membayar utangnya yang ‘cuma’ seratus juta? Padahal dulu waktu mau pinjam, memohon-mohon, berjanji akan segera mengembalikan begitu dia dibayar oleh pihak meubel yang menerima pasokan kayu jatinya. Maksimal dua bulan katanya.

Ini sudah dua puluh tiga bulan, hampir dua tahun! Bolehlah alasan pihak pembelinya melarikan diri. Tapi tetap tanggung jawabnya untuk membayar utang kan?

Jadi kupikir tidak ada salahnya jika kurampas kalung yang menggantung di lehernya tadi. Juga antingnya yang menjuntai sebahu, dan gelangnya yang memenuhi lengan. Hiasan-hiasan kristal yang kuangkut dari meja dan bufet di ruang tamunya, anggap saja jadi bunganya. Jujur saja, sebenarnya aku tidak nyaman berada rumah perempuan itu. Rumahnya megah dan indah, tapi memasukinya serasa masuk ke mulut raksasa. Pengap dan wangi parfum ruangannya membuat bulu kuduk meremang. Tapi aku paksakan. Yang penting aku mendapatkan hakku.

Waktunya istirahat. Sebaiknya aku segera menyusul suamiku yang sudah lebih dulu masuk kamar. Pesta kecil sebelum tidur akan menyenangkan. Aku juga ingin ikut melihat-lihat perhiasan hasil menagih tadi siang. Aneh. Tidak biasanya suamiku menutup pintu kamar kalau aku belum masuk. Dan itu, suara apa itu? Seperti suara rayap menggerogoti kayu. Perlahan kubuka pintu. Ya Tuhan!

Suamiku terkapar diam tak bergerak. Ribuan kalajengking dan kelabang memenuhi ranjang dan lantai kamar. Aku ingin lari tapi mendadak kakiku seperti dipaku di lantai. Kelabang dan kalajengking mulai merayap di jari-jari kakiku. Aku hanya bisa menjerit-jerit sambil melihat gerombolan binatang menjijikkan itu terus keluar dari perabot-perabot kristal yang kusita tadi siang…

4 thoughts on “Hasil

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s