#5BukuDalamHidupku My Sister’s Keeper Menjungkirbalikkan Mata dan Hatiku

Judul: My Sister’s Keeper
Penulis: Jodi Picoult (2004)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2007)

jodi picoultEntah kenapa aku memilih buku ini untuk menjadi yang pertama kuceritakan soal 5 buku dalam hidupku. Ini novel paling besasikan yang pernah kubaca. Alurnya. Penuturnya. Begitu acak-acakan tapi tetap terarah. Dan dengan acak-acakannya itu justru bisa menjungkirbalikkan hati.

Sesungguhnya lebih dari sekedar permainan Jodi dalam menata kata-kata dan alur yang sanggup mengobrak-abrik hati. Keresahan yang tertuang di setiap halamannya, memaksa kita (setidaknya aku) untuk melihat dunia dan keseharian kita dari kaca mata yang berbeda. Hidup tidak selalu indah. Kesedihan kadang menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Pilihan yang dihadapkan pada kita tidak selalu mudah.

***

Jika kau seorang ibu, lalu anakmu sakit, sekarat, dan satu-satunya (kesempatan) pertolongan adalah dengan meminta sebagian organ dari anakmu yang lain, yang mungkin harus berulang kali lagi dan lagi, apa yang akan kau lakukan?

Jika kau seorang penderita kanker leukimia akut yang langka, yang seumur hidupmu kau membutuhkan donor berbagai hal dari saudaramu, apakah kau akan terus meminta darinya?

Jika kau punya saudara yang sangat kau sayangi, yang membutuhkan donor bagian dari tubuhmu setiap saat dia kambuh, entah sampai kapan; apakah kau akan terus memberikannya untuknya?

Jika kau seorang anak, yang merasa terabaikan karena orang tuamu sibuk mengurus salah satu saudaramu yang selalu membutuhkan pertolongan, apakah kau akan diam saja?

Jika kau seorang Ayah, yang menyayangi semua anakmu tapi terpaksa fokus pada yang satu dan (terpaksa) harus mengabaikan yang lain, bagaimana kau membayarnya?

***

Aku adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Dengan kehidupan masa kecilku yang serba terbatas, aku tetap akan bilang kami bahagia. Bapak dan Ibu selalu berusaha bersikap sama terhadap semua anaknya. Nyaris tidak pernah kami merasa saling iri satu sama lain. Nyaris.

Karena kami sebagai kanak-kanak mungkin pernah merasa iri satu dua kali. Kenapa mbakku boleh begini di umur segini dan aku tidak? Atau mbakku yang justru berpikir, kenapa adikku dikasih ini dan aku tidak? Tapi itu tidak pernah membuat kami benar-benar merasa yang satu lebih disayang dari yang lain.

Maka ketika akhirnya aku menjadi orang tua, betapa aku berusaha untuk tidak membedakan timbangan kasih sayang pada anak-anakku. Kehidupan kami wajar. Bukan berarti tidak pernah ada kesulitan. Kami pernah tidak punya uang. Anak-anak sakit dan harus opname. Kelahiran dengan resiko tinggi. Anak yang berkebutuhan khusus. Dibikin berat bisa jadi berat.

Dengan kebutuhan anak yang berbeda-beda, kondisi aku yang begini, suami yang begitu, orang tua, mertua dan semua tuntutan mereka. Lingkungan bekerja. Tetangga. Setiap orang merasa penting bagi kami. Setiap orang ingin didengarkan.

Maka yang ingin kulakukan adalah mendengarkan anak dan suamiku, sebelum mendengarkan yang lain-lain. Mencoba mengerti apa yang dipikirkan setiap anak atas saudaranya, atas sikapku kepada mereka. Aku tidak ingin ada keresahan yang tidak diungkapkan. Meski aku tahu sikap kerasku sering membuat mereka merasa enggan. Dan aku tidak ingin menumbuhkan resah dalam diriku sendiri, dengan mencurahkan lebih banyak perhatian pada yang satu sambil berpura tidak tahu jika ada yang merasa begitu.

Maka pada setiap pilihan yang ada di hadapanku, ketika itu aku tahu akan mempengaruhi satu atau dua atau tiga atau empat anakku, aku dan suamiku tidak akan memutuskannya sendiri. Aku ingin mereka mengatakan apa yang mereka rasakan, mereka inginkan. Dan jika pun pada akhirnya pilihan adalah ketetapan kami, Bapak dan Ibuk mereka, mereka harus tahu kenapa dan apa yang akan kami lakukan untuk tetap melindungi mereka.

2 thoughts on “#5BukuDalamHidupku My Sister’s Keeper Menjungkirbalikkan Mata dan Hatiku

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s