Swaranabya: Bukan Hoki Karena Nama Baru

Seperti Sabtu pagi yang lain, kemarin aku mengantar Mbak Ibit sekolah, dan langsung lanjut latihan yoga. Ketika kendaraan berhenti, ada SMS masuk dari Ipank: Swaranabya Juara I :D.

Waduh. Kepala rasanya kemepyar. Kubalas, ‘heh? di mana pengumumannya?’. Aku nunggu sesaat sebelum jalan lagi. Supaya tidak perlu tergoda buka sms ketika sedang mengemudi. Katanya, dia sudah tag tautan pengumumannya di Facebook.

Oke baiklah. Aku berkendara menuju tempat latihan sambil jejeritan. Ada luapan kegembiraan yang membahayakan. Iya, membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain…

Begitu sampai di tempat latihan, aku membuka FB di hape dan menemukan tautan yang dimaksudkan Ipank. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak senyum-senyum sendiri. Dan pagi itu, latihan yoga jauh dari konsentrasi…

Pengumuman Pemenang Lomba #MusikalisasiPuisiHelvy

Wow. Siapa sih yang ndak senang jadi juara? Meskipun sudah beberapa orang bilang kami pasti menang, tapi aku dan kawan-kawan memilih untuk tidak seoptimis itu. Dari 27 peserta, banyak yang musikalisasinya bagus. Bahkan aku minder dengan video milik Adew Habsta dan Rekan yang mengangkat puisi ‘Fisabilillah’. Musik dan videonya keren habis…

Iya, kami memang mengikuti Lomba Musikalisasi Puisi Helvy Tiana Rosa yang diadakan Forum Lingkar Pena bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Helvy dan Asma Nadia Publishing. Periode lombanya cukup lama, sejak pertengahan Februari. Tapi kami baru mengunggah videonya sehari sebelum deadline. Kesibukan kami bertiga membuat kami sulit bertemu untuk latihan maupun proses rekaman. Ah iya, ini alasan klise. Tapi kenyataannya begitu.Kami cuma punya waktu klop saat akhir pekan.

Setiap karya punya cerita sendiri-sendiri. Puisi Mbak Helvy yang ini punya cerita unik juga. Suatu Sabtu pagi usai sholat shubuh aku sms Iwan dan Ipank, bisa nggak latihan siang nanti. Katanya bisa. Saat itu juga aku mengambil gitar dan mulai melagukan bait demi bait. Baru dapat dua bait. Berhenti sementara untuk mengantar anak-anak sekolah dan latihan yoga. Pulang dari latihan aku istirahat sambil bermain dengan si bungsu. Bada dhuhur aku lanjutkan mencari nada untuk reff. Jadi lah lagu mentah. Kupikir nanti saja kalau kurang gimana-gimana, diperbaiki saat latihan.

Dan begitulah. Hari itu latihan. Sabtu selanjutnya merekam. Jumat pekan berikutnya ambil gambar. Dan tiga hari kemudian video diunggah.

Nama Baru

Aku bersama Iwan dan Ipank, sebenarnya sudah cukup lama berproses bareng dalam musikalisasi puisi. Sejak tahun 2010. Namun kami tidak pernah memakai nama grup atau kelompok. Mungkin karena pada awalnya memang aku tampil sendiri. Sesekali mereka mengiringi. Di lain waktu aku mengajak pemusik lain. Namun dari pemusik pengiring yang berganti-ganti itu, dengan mereka berdua-lah aku bisa merasa ngeklik. Soul dan visinya nyambung. Maka di dua tahun terakhir, hampir di setiap performance aku tampil bersama mereka, atau memilih sendiri; tidak mengajak pemusik lain.

Selama itu pula orang mengenal Latree Manohara, bersama dua kawannya.

Sebenarnya bukan sekali-dua kali kami membahas kemungkinan memberi grup kami sebuah nama. Supaya hilang kesan dominan satu nama personelnya. Berkali pula baik Iwan maupun Ipank menyatakan bahwa mereka merasa nyaman-nyaman saja menjadi pengiring Latree Manohara. Tapi aku tidak.

Ketika hendak mendaftarkan video musikalisasi kami di lomba #MusikalisasiPuisiHelvy, aku merasa mungkin ini saat yang tepat kami benar-benar memikirkan nama. Karena dalam lomba tersebut dipersyaratkan, musikalisasi harus dibawakan berkelompok. Bisa saja aku tetap memakai nama lama dengan, seperti biasa, menyebutkan nama Iwan dan Ipank sebagai pendukung. Tapi aku merasa mereka bukan lagi sekedar pendukung. Kami bekerja sama di setiap komposisi. Kebetulan saja aku vokalisnya, sehingga terlihat lebih menonjol.

Setelah perbincangan yang cukup panjang di chat grup facebook, akhirnya kami sepakat bersatu di bawah nama ‘Swaranabya’.

Nama itu kami ambil dari judul konser kami di tahun 2013. Swaranabya diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya kira-kira, suara-suara dari dalam kepala, yang seolah tidak nyata tapi ada, bisa dirasakan, dan mendesak ingin dilahirkan. Seperti itulah musik dan kata berkelindan di jiwa kami bertiga. Terima kasih pada Mas Aulia, yang sudah mengusulkan nama itu bersama dua kata lainnya, aku lupa apa.

Jadi, dalam musikalisasi puisi milik Mbak Helvy inilah, pertama kali kami resmi memakai nama ‘Swaranabya’. Kebetulan saja kurasa, bahwa kami terpilih menjadi Juara I. Tidak ada hubungannya. Banyak artis penyanyi yang mengubah nama mereka supaya lebih ‘menjual’ atau karena alasan hoki. Tapi jelas bukan itu alasan kami memakai nama baru. Kalau memang kami dinilai bagus, pakai nama Latree Manohara pun kami akan dipilih, seperti di lomba yang kami menangi sebelumnya. πŸ˜€

Yang jelas, dalam setiap karya kami, baik yang untuk lomba atau yang bukan, kami selalu berusaha membangun yang terbaik. Karya-karya yang masih terasa kurang sreg, masih kami tahan untuk tidak dipublikasikan. Ini soal kepuasan batiniah dalam berkarya. Kami tidak mau asal-asalan atau setengah-setengah.

Well, untuk yang penasaran seperti apa video yang dipilih oleh Dewan Juri sebagai pemenang pertama itu, silakan intip di sini: Kangen – Swaranabya #MusikalisasiPuisiHelvy.

Lagu puisi ini juga bisa dinikmati di soundcloud. Ini soundcloud baru dengan nama Swaranabya, setelah sebelum-sebelumnya, lagu kami diunggah di soundcloud pribadiku.

Terima kasih Helvy Tiana Rosa, Forum Lingkar Pena, Komunitas Sahabat Helvy dan Asma Nadia Publishing House.

Oh ya, bagi yang tidak mau ketinggal update dari Swaranabya, silakan klik like di page Facebooknya ya πŸ™‚

 

Advertisements

6 thoughts on “Swaranabya: Bukan Hoki Karena Nama Baru

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s