Inspirasi Untaian Nama Bayi: Bayi Pertama IIDN Semarang

Inspirasi Nama Bayi1

 

Ini pengalaman baru, nulis buku kroyokan bareng Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang. Dan ini adalah buku pertama dari kumpulan ibu-ibu yang doyan nulis ini. Dalam buku ini ada 200 cerita di belakang nama bayi. Ada bayi yang baru lahir, bayi yang sudah agak gede, sampai bayi yang sudah gede, sampai sudah punya bayi lagi. Ditulis oleh para Ibu, berdasarkan pengalaman pribadi. Bisa dijadikan referensi, selain buku-buku inspirasi nama bayi yang sekedar berisi makna-makna kata dari berbagai bahasa.

***

Ada yang menarik perhatian, dan tiba-tiba terasa aneh, ketika membaca kisah-kisah dibalik nama bayi yang ada di buku ini. Banyak nama yang terdiri dari dua (atau lebih) kata, dan kata-kata itu berasal dari bahasa yang berbeda. Lalu si pemberi nama menggathuk-gathukkan makna kata-per-kata, dan mengepas-ngepaskan, dan merasa telah menyusun sebuah nama yang indah.

Sampai di sini aku tertawa sendiri. Karena begitu juga lah aku menamai anak-anakku: mencampur Bahasa Arab dan Jawa.

Padahal setiap bahasa punya kaidah sendiri, yang belum tentu klop ketika dipadankan dengan  kata dari bahasa lain. Misalnya kata Bahasa Arab ‘an-nuur‘ yang berarti cahaya, dan ‘al-qomar‘ yang bermakna bulan. Jadi cantik ketika digabung menjadi ‘Nurul Qomariah’ – cahaya bulan.

Mari kita coba menggabungkan ‘nuur’ dengan bulan dalam bahasa jawa, ‘wulan’. Nurul Wulan. Atau dibalik, Cahyaning Qomariah.  Kedengaran bagus sih. Tapi ada yang terasa tidak pas, ya.

Bagaimana jika kita gabungkan dua kata Bahasa Jawa dengan makna yang (kurang lebih) sama? Cahyaning Wulan. Ini baru pas!

Bagaimana kalau kata-kata yang kita gabungkan berasal dari bahasa yang punya struktur berbeda? Gampangnya, misalnya, antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris punya struktur MD (menerangkan – diterangkan): red dress. Bahasa Indonesia punya struktur DM: baju merah. Kalau kita ingin menggabungkan dua kata dari kedua bahasa tersebut, kita mau ikuti struktur yang mana?

Yang ada kita abai. Tidak peduli mau ikut kaidah mana. Kita begitu mudah menjadi tidak konsisten dan egois. Yang penting kata ini bagus, kata itu indah, kata itu cantik. Kata-kata indah digabung menjadi lebih indah. Lalu menerjemahkan makna dengan semena-mena. Dan ini bukan hanya ditemui di buku ini, tapi di mana-mana di sekitar kita.

Barangkali ini karena terbatasnya pengetahuan kita, sedang keinginan kita untuk indah dan istimewa, begitu besar. Dan karena sudah kadung, ya sudahlah biarkan saja. Toh maksud kita baik, memberikan nama yang baik, menyelipkan doa. Dan semoga si empunya nama bahagia, tidak mempermasalahkan ‘kekacauan’ yang tanpa sengaja terkandung dalam nama mereka.

Di titik ini kekagumanku pada Bapak semakin meninggi. Bukan saja beliau memilihkan kata-kata indah, tapi juga tetap konsisten tidak memaksakan kehendak dalam menyusun kata-kata.

***

Terus terang agak beda dengan ketika aku ikut berkontribusi di beberapa buku rombongan sebelumnya. Misalnya untuk kumpulan cerita anak ‘Pocong Nonton Tivi‘, yang harus ikut workshop nulis cerita anak dulu selama dua hari. Atau buku literasi media ‘Tak Harus Membenci Televisi‘, yang harus ikut workshop literasi media untuk belajar lebih kritis mengamati siaran televisi. Atau ‘Dear Mama‘, kumpulan surat cinta buat ibu, yang harus melalui seleksi ketat.  Atau ‘#15HariNgeblogFF‘, yang harus konsisten 15 hari berturut-turut ngeblog FF. Atau… apa lagi ya… ya pokoknya… seneng banget, untuk buku ini, cukup dengan nulis kurang dari 200 kata bercerita tentang kisah dibalik nama bayi, kita bisa ‘punya buku’. Terima kasih IIDN, ajang bagi para ibu untuk belajar nulis dan hore-hore rame-rame. Yay!

Yang ingin mendapatkan bukunya bisa segera meluncur ke Gramedia. Yang ingin ikut belajar nulis (dan punya buku) ayo gabung komunitasnya😉

11 thoughts on “Inspirasi Untaian Nama Bayi: Bayi Pertama IIDN Semarang

  1. Nama anak2ku sampai harus melalui konsultasi dg ahli bahasa agar ‘tenses’nya tdk salah, yg sayangnya bukan Bahasa Jawa😦 mbuh wes manut suamiku, yg penting namanya berisi doa2 yg Insya Allah diijabah oleh Sang Pemberi Hidup😉

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s