Gula Tumbu dari Sulang

Selama ini mungkin banyak dari  kita yang hanya tahu bahwa tebu dibikin gula pasir, sedang gula merah dibikin dari nira kelapa atau aren. Satu hal yang membuatku mensyukuri perjalanan yang kulakukan, pengetahuan yang selalu bertambah. Ternyata tebu juga bisa dibikin gula merah.

Hari Senin lalu aku berkesempatan jalan-jalan ke Desa Kebonharjo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Kami berkunjung ke rumah salah satu pengrajin gula merah. Desa Kebonharjo adalah salah satu sentra tanaman tebu di Jawa Tengah. Hasil perkebunan tebu dikirim untuk diolah menjadi gula pasir di Pabrik Gula Trangkil.

Sebagai bahan baku gula pasir, pabrik gula mensyaratkan randemen tertentu. Banyak faktor yang mempengaruhi randemen. Waktu panen, lama pengangkutan, kualitas varietas tebunya. Panen yang terlalu cepat atau terlambat dapat mempengaruhi kadar gula dalam tebu. Demikian juga waktu antara penebangan hingga pengolahan. Setelah lewat 24 jam, randemennya  juga akan turun, karena kadar air dalam tebu berkurang oleh penguapan. Selain permasalahan dalam ‘tubuh’ tebu sendiri, kapasitas pabrik juga mempengaruhi randemen. Mesin-mesin pabrik tebu yang ada sudah beroperasi sejak jaman berdirinya pabrik di jaman Belanda. Bisa dibayangkan, kemampuan mesin yang sudah jauh dari optimal.

Sementara jika diolah sendiri, walaupun dengan cara tradisional, randeman tebu bisa lebih tinggi. Jika gula hasil pabrik randemennya sekitar 5-7 saja, dengan diolah senidiri hasilnya bisa 10-11. Sehubungan dengan kapasitas mesin pabrik juga, pabrik tidak bisa menerima hasil panen tebu setiap saat. Karena itu dibuat jadwal yang disepakati antara petani dengan pabrik. Setiap petani mengirim hasil panen pada hari tertentu. Dengan cara ini diharapkan tidak ada antrian truk bermuatan tebu. Tebu yang dibawa dari perkebunan bisa langsung diolah sebelum 24 jam.

Karenanya banyak petani tebu Desa Kebonharjo yang memilih mengolah sendiri hasil panenan mereka menjadi gula merah. Bahkan ada juga pengrajin gula merah yang tidak punya kebun tebu. Mereka membeli tebu yang tidak disetor ke pabrik. Ada 18 pengusaha pengrajin gula merah di sana.

image

Pembuatan gula merah dari tebu di Desa Kebonharjo masih dilakukan secara tradisional. Batang-batang tebu diperas dengan mesin khusus (lupa tidak moto gambarnya…). Air perasan tebu dialirkan melalui pipa ke kuali besar paling ujung. Satu set tungku pembuatan gula merah terdiri dari sembilan kuali. Sambil terus diobori, cairan diaduk dan secara bertahap dipindahkan dari tungku pertama hingga tungku terakhir. Waktu yang dibutuhkan sampai cairan gula siap untuk dicetak antara satu sampai dua jam.

image_2

Setelah kekentalan cairan tepat (entah bagaimana mengukurnya, sepertinya bapak-bapak pengrajin itu pakai feeling dan kira-kira saja saking sudah ahli), gula dicetak di dalam tumbu (bakul bambu) berukuran besar. Karena cetakan yang unik inilah, gula merah produksi Desa Kebonharjo lebih dikenal sebagai ‘gula tumbu’. Berat satu tumbu gula setelah jadi bisa mencapai 150 kg. Wow.

image_3

Satu tim yang terdiri dari 4-5 orang bisa memproduksi gula merah 50 tumbu seminggu, sekitar 70-100 kuintal seminggu. Seminggu sekali, gula yang sudah padat dicetak ini akan diambil oleh pengepul, untuk kemudian dikirimkan ke pabrik kecap. Orang Tua dan Indofood adalah dua pabrik kecap besar yang juga mengambil bahan baku gula merah tradisional ini.

image_4

 

Kelompok petani pengrajin gula merah di Desa Kebonharjo, saat ini sedang bersiap untuk lebih mengembangkan produksi mereka. Dengan bantuan pemerintah dan beberapa lembaga penelitian, sedang dirintis pembuatan gula merah yang lebih higienis dalam cetakan kecil untuk konsumsi rumah tangga. Selain itu juga pengolahan limbah tebunya untuk pupuk organik dan etanol.

Semoga inovasi mereka berhasil, sehingga lebih banyak manfaat yang dihasilkan. Dan kita bisa ikut menikmati gula merah dalam ukuran yang lebih bersahabat untuk ditenteng ibuk-ibuk yang belanja di pasar😀

 

 

10 thoughts on “Gula Tumbu dari Sulang

  1. eh mak, apa yang dibuta jadi gula merah itu molasenya??? atau langsung batang tebunya. Karena pembuatan gula putih dari tebu juga diperas dulu batangnya lalu dipanaskan dengan suhu tinggi dan dibirakan mengalami kristalisasai

  2. sempat kaget juga,itu gimana ngirisnya kl buat sambel pecel hahha,,ternyata stok pabrik to xixixi….keren ya,padahal cuma 5 orang,sehari bisa sampai 50 besek besar😀

  3. Di tempat lain, vula merah tebu ini juga dibikin gula semut. Gula semut adalah gula merah yang bentuknya berderai seperti gula pasir. Nice info, Mbak🙂

  4. di kudus juga banyak pengrajin gula merah. terutama di kecamatan dawe, bahkan aku sendiri termasuk pengrajin tumbu atau besek sebagai wadah gula merah.
    tetapi untuksaat ini industri gula merah sedang lesu, karna banyak petani tebu yg beralih menanam laos dan kencur.

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s