Silit Pitik

Hari ini aku ingin pulang cepat. Tepat. Aku sholat ashar sebelum setengah empat, agar bisa teng-go.

Keluar dari musholla lantai tiga aku berpapasan dengan Rida, keluar dari kamar mandi yang terletak di samping musholla sambil membenahi jilbabnya. Di pintu masuk ruangan aku berpapasan dengan Wati. “Pulang yuk Ti!” kataku sambil tersenyum manis.

Eh dia melengos sambil mecucu. Apa salahku?

Pukul 15.27, aku membereskan tas. Kalau turun lewat tangga aku akan sampai di depan mesin absensi tepat pukul 15.30.

“Kamu habis dari kamar mandi?” tanya Widha, yang mejanya bersebelahan denganku.

“Aku habis sholat. Kenapa?”

“Wati ngomel-ngomel, dia jadi ketinggalan bus jemputan karena kamu lama di kamar mandi, padahal dia kebelet pipis. Hahaha…!”

“Heh, aku cuma sebentar, lalu sholat. Itu ada anak ruangan sebelah yang masuk setelah aku.”

“Ya pokoknya Wati lihatnya kamu yang masuk kamar mandi, dan ditengok berkali-kali ga selesai-selesai,” Widha melet.

Huh. Dasar silit pitik.

Advertisements

4 thoughts on “Silit Pitik

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s