Setelah ‘Filosofi Kopi’

filosofi kopi

Gambar dari neighborlist.com

Aku bukan penggemar kopi sih. Minum kopi juga sesekali aja. Kopi instan sasetan yang sudah diracik dengan gula dan krimer. Kata penggemar kopi itu kopi-kopian. Pernah njajal yang katanya kopi beneran. Judulnya espresso. Baru nyecep dikit aja langsung dilepeh. Kopi di gelas sekecil itu harganya mahal. Katanya karena memang enak. Ah tapi aku tidak mengerti di mana enaknya.

***

Jadi ketika diajak anak wedok nonton Filosofi Kopi, ya menyiapkan diri saja untuk  memahami bahwa bagi penggemar kopi, aroma dan rasa kopi sangat dipengaruhi banyak hal. Mulai menanam dan merawat pohon kopinya, sampai cara mengeringkan, menggiling, menuang air panasnya, cara mengaduknya.

Mencoba memahami bahwa ada yang mau bertaruh satu milyar atas segelas kopi untuk bisa mengegolkan proyek bernilai tidak terbilang.

Jadi aku tidak mau membahas ‘kok sampai segitunya sih ngurusi kopi’. Pokoknya terima saja, memang begitu.

***

Ya lumayanlah filmnya. Serunya dua pemuda, Ben (Chicco Jerikho) dan Jodi (Rio Dewanto) yang mengelola sebuah warung kopi dengan otak dan hati. Yang satu hanya punya otak. Yang lain punya hati– soal otak entahlah. Dua orang dengan kepribadian dan pemikiran yang berbeda. Mencoba bertahan membangun mimpi bersama-sama. Yang satu terlalu hati-hati, yang lain terlihat tidak peduli itung-itungan untung rugi. Terjerat hutang 800 juta tapi taruhan lagi 1 milyar. Ya sudah kuduga lah mereka pasti menang. Cuma pengin tahu aja jalan menuju menang itu bagaimana. Pasti tidak cukup dengan sekedar si Ben dua minggu ubek dengan piranti memroses kopi dan catatan dari sana sini tentang kopi. Terlalu gampang jika kopi yang hasil racikannya yang dikasih nama ‘perfecto’ itu bikin warungnya rame dan sekaligus menang taruhan.

Lumayanlah sedikit sisipan cerita masa lalu terkait dengan ayah yang traumatik maupun yang sekedar pahit bagi dua tokoh utamanya. Bahkan juga bagi El (Julie Estelle) yang penikmat kopi dan sedang berusaha menulis tentang kopi dari seluruh dunia. Kok bisa ya, tiga orang sama-sama punya pengalaman yang ga enak tentang ayah. Eh, bukankah memang persamaan yang menyatukan orang-orang yang berbeda?

***

Baru tadi pagi di radio, aku mendengarkan obrolan tentang ‘pernah gagal bisnis apa’. Macam-macam cerita pendengar yang pernah gagal menjalankan usaha tapi bangkit lagi. Salah satu yang makjleb banget adalah ‘kalau mau bisnis harus berani rugi’.

Sepertinya itu yang dipegang Ben. Jangan  tanggung-tanggung. Ketika tawaran taruhannya hanya 100 juta dia tidak menganggap itu penting. ‘Kalau memang ini golden tiket, kita ga perlu bayar hutang lagi.’ Bukan cuma ga mikir cicilan hutang dua bulan mendatang.

***

Nah bagi kawan yang ingin membuat film, ada tips bagus yang kutangkap dari film ini.

Jika ingin bikin kilas balik masa lalu tokohnya, gampang sekali. Kalau dewasanya gondrong, ya bikinlah masa kecilnya anak gondrong. Kalau dewasanya pakai kacamata, ya bikinlah masa kecilnya diperankan anak kecil berkacamata. Eh tapi, kalau dewasanya brewokan, ya jangan dibikin masa kecilnya brewokan kali ya.

***

Mengingat banyaknya penggemar Dee Lestari, agak aneh juga bahwa di hari Minggu siang cuma lima larik kursi yang terisi penonton. Padahal ada Chicco Jerikho lho. Ada Rio Dewanto. Ada Julie Estelle. Apakah ini pengaruh Fast and Furious di theater sebelah, yang bikin antrian mengular sampai keluar gedung bioskop?

13 thoughts on “Setelah ‘Filosofi Kopi’

  1. Sebisa mungkin aku nonton film indonesia berkualitas di bioskop. Filosofi kopi ini salah satunya. Berhubung nontonnya di BlokM Square yang notabene wilayah setting kedai Filosofi Kopi, yang ada aku justru penasaran itu di Melawai sebelah mana. Sampai ini tadi pas abis nonton Tjokroaminoto di tempat yang sama masih belum ketemu juga spot tepatnya.

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s