Arab Gila!

Aku rindu pacarku yang Arab tapi mengajariku Bahasa Belanda.

***

Dia bicara padaku dengan Bahasa Inggris. Sesekali membiarkanku menjawab dengan Bahasa Indonesia, tapi ketika aku mulai panjang dan rumit dia akan, “English please.”

That’s good. Because both our English are limited. But it is also a little bit frustrating. Ketika aku ndak ngerti apa Bahasa Inggrisnya, lalu bicara Bahasa Indonesia, dan dia makin ndak ngerti. Dan berakhir dengan lambaian tangan, “Whatever!”

Aku menuliskan namaku dengan huruf Arab, dan dia sangat bangga aku bisa. Aku tidak bisa Bahasa Arab selain ana-anta huwa-hiya hadza-hadzihi dan beberapa kata benda di sekitar kita seperti buku dan meja dan kawan-kawannya. Tapi pacar Arabku sama sekali tidak ingin mengajariku Bahasa Arab. “Too complicated. I’d rather spend my time with you doing something else.” Yeah, me too, Honey. Lucunya, sesekali dia bicara padaku dalam Bahasa Belanda. Karena dia pernah sekolah di Belanda. Aku buta, jadi tidak bisa mengukur pula seberapa fasih Bahasa Belanda-nya. Dia bertanya apa aku mau belajar Bahasa Belanda yang katanya tidak serumit Bahasa Arab, aku tidak tertarik. “I’d rather spend my time with you doing something else,” kataku.

***

Aku -biasanya- takut gelap. Rasanya ruangan jadi sempit, dingin, dan bikin sesak dada. Makanya aku tidak pernah suka pergi ke gua. Segala piknik berbau gua sama sekali tidak menarik bagiku. Itu bukan refreshing. Itu stressing.

Tapi pacar Arab-ku membuatku suka gelap. Dia membuat gelap menjadi berwarna, dan hangat. Aku melihat ย  dan merasakan apa-apa yang tak nampak. Wajah tampan dan cambang halusnya -yang segera jadi panjang jika dia lupa atau malas bercukur dua hari saja- bisa kulihat dalam gelap. Juga kedalamannya. Sentuhan lebih peka menggantikan mata. Mungkin begitulah orang–orang buta melihat.

Aku tidak suka ruangan ber-AC, tidak tahan dingin. Aku bisa berakhir terus bersin-bersin dengan hidung berair.

Tapi pacar Arab-ku membuat ruangan ber-AC nyaman. “I’ll show you how to find warmth in aircond room.”

Lalu dia menanggalkan seluruh pakaian kami, dan menarik aku dalam peluknya.

“Masih dingin,” kataku.

“You’re a beginner.”

Lalu dia membawaku ke kasur, membaringkan kami berdua, menarik selimut menutup tubuh kami dengan sempurna.

“It’s dark,” kataku.

“You don’t need to see. Feel me.”

Pagi hari aku mendapati selimut kami sudah terjatuh ke lantai, dan kami berkeringat.

***

Aku rindu pacar Arab-ku. Tapi dia punya pacar di Arab. Yang sudah dia janjikan akan dia nikahi.

“There’s noway you’re gonna marry me, right?”

“Of course there is. If you would come with me to Arab.”

“And what about your girl friend?”

“I can marry you both.”

“Enak aja!”

“Yes of course, enak!”

“No it’s not enak!”

“But you said enak?”

“Nooooo! I meant it’s not enak!”

“Yes it is! Why…”

“Whatever!”

***

Aku tidak mau ikut ke Arab. Menikah dengan pacar Arab-ku. Lalu harus pakai cadar ke mana-mana. Dan sebenarnya tidak bebas ke mana-mana. Apalagi harus berbagi dengan pacar Arab-nya. Mana tahan.

Jadi kubiarkan dia pulang ke Arab, kembali bekerja ke perusahaan minyak yang membiayainya bersekolah di Indonesia.

“Kenapa sih kamu sekolah di Indonesia? Bukan ke Inggris, atau Amerika?”‘

“So I can meet you.”

“Yeah. And then leave me.”

“You don’t want to come with me.”

“You don’t want to stay.”

“I can’t stay.”

“I can’t go.”

***

Aku rindu pacar Arabku. Terakhir dia bicara padaku lewat Skype. Video call. Wajahnya tampan maksimal. Esok paginya akan menikah.

“I love you,” katanya.

“I know.”

“But…”

“I know.”

Lama kami diam. Membiarkan kamera tetap menyampaikan wajah kami.

“I hope you are happy,” kataku.

“I hope you are too.”

“I am when you are.”

He kissed me good bye. Then gone forever. Segala hal yang menghubungkan kami diputus. Aku yang minta.

***

Aku rindu pacarku yang Arab tapi mengajariku Bahasa Belanda.

Yaa habibie…ย Wat doe je nu? Ik mis je.

Advertisements

9 thoughts on “Arab Gila!

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s