Mimpi 25 Tahun: Mariah Carey Live In Concert – Lumbini Borobudur

I’ve been waiting for 25 years for this moment! Yaaa… karena di kunjungan Mbak Mariah ke Indonesia sebelumnya aku belum bisa menyisihkan rejeki untuk beli tiketnya..

Pardon the wrinkling dress 😀

Sejak release jadwal konsernya di bulan April lalu, tanpa babibu langsung book dua tiket festival. kenapa festival? Yang pertama karena paling murah (😂). Yang kedua dan justru alasan utamanya, supaya bisa berinteraksi lebih dekat dan bisa jejingkrakan pas lagu ngebeat. I knew she would sing ‘Honey’ and ‘Heart Breaker’! Tidak terbayang kalau duduk di platinum atau bahkan VVIP. Tidak bisa bergerak, harus duduk manis, cuma bisa goyang jempol dan ketuk-ketuk kaki 😑

Awalnya browsing aja mau beli tiket di mana. Nemu beberapa toko tiket online. Harganya bikin cegukan. Untung mbak Ibit teliti melihat posternya. Penjualan resmi tiketnya di tiketapasaja.com. Harganya masuk akal.

Karena ndak yakin bisa langsung pulang seusai nonton konser, aku memesan sebuah homestay sederhana tidak jauh dari lokasi. Kurang dari 500 meter, supaya bisa jalan kaki berangkat dan pulang nonton konser. Di Desa Borobudur yang sudah menjadi desa wisata, memang banyak pilihan homestay sederhana.

Open gate untuk penukaran tiket sudah dibuka sejak pukul 15.00. Tapi pada jam itu hujan turun walau tidak terlalu deras. Baru sekitar setengah jam kemudian reda. Aku sempat mbatin, ini panitianya apa ndak pakai pawang hujan?

lebih banyak penonton cowoknya!

 

Alhamdulillah bisa foto bareng dengan (yang mirip) Mariah Carey… hiburan selama menunggu open gate 😀


Sehabis tukar tiket, tampak sudah banyak yang berdiri di depan gate sejak pukul. Padahal open gate panggungnya pukul 18, dan itu pun masih menunggu hingga Mariah muncul pukul 20 lewat. Untung rajin latihan penguatan kaki dengan yoga 😁

Seneng lihat Mariah Carey berdamai dengan dirinya. Badannya sudah bagus lagi (untuk usianya, dan mengingat riwayat perjuangannya dengan bentuk badannya), tidak memaksakan diri lipsync untuk nada tinggi dan lebih memilih improvisasi. Panggungnya mungkin kurang wah (untuk sekelas Mimi), tapi sound systemnya lumayan buat kupingku. Lighting dan band dan penari dan penyanyi latarnya keren. Penontonnya apalagi. Banyakan laki daripada perempuannya, dan hapal semua lagu, ikut nyanyi terus. Aku takjub!

Ada hal lain yang lebih bikin takjub. Ngobrol-ngobrol dengan sesama penunggu open gate di pintu festival, ada sekeluarga berisi ayah ibu dan dua anak, yang hanya tahu beberapa lagu Mariah Carey tapi datang nonton, ‘Pengin tahu aja kaya apa konsernya.’ Doh! Dan karena di area festival aku berdiri lumayan agak belakang, sesekali aku iseng memperhatikan yang duduk di kursi SVVIP. Selama pertunjukan banyak banget yang ndak konsen sama Mbak Mariah. Ada yang sibuk main HP. Diam bengong tampak bosan. Dan ada yang tidur. Woooy… what did you come here for?

Meskipun sempat gerimis rintik sebentar sebelum pertunjukan mulai, yang bikin panggung basah dan licin dan Mariah harus sangat hati-hati berjalan dengan high heels-nya, sepanjang pertunjukan hujan menahan diri, dan baru turun dini hingga pagi hari. Pakai pawang hujan mungkin ya. Sakti pun.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Danang Sukendro, orang tersenyum, dekat

Setelah menunggu berbulan-bulan ditambah beberapa jam, satu setengah jam lebih yang diberikan Mariah Carey serasa kurang. Ikut bernyanyi sepanjang pertunjukan belum juga puas. Harusnya kemarin nonton yang di KL juga, jadi bisa puas bahagianya ya….

Advertisements

3 thoughts on “Mimpi 25 Tahun: Mariah Carey Live In Concert – Lumbini Borobudur

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s