unconcsiousness

jauh di dasar

di bawah sadar

telah mengerak perasaan bersalah

entah siapa yang telah kita lukai

kau, aku, atau orang yang menyimpan kita dalam setiap rapal doa

 

jauh di dasar

di bawah sadar

telah mengerak sebuah harapan

untuk dapat memperbaiki

benar, salah, telah menjadi entah yang perih namun memabukkan

 

bukankah sebenarnya kita tak punya kenangan selain luka?

waktu telah menumpukkan debu, menutup ingatan

bukankah kita telah menjadi jiwa yang benar-benar berbeda?

lalu mengapa kita mencoba membaca luka sebagai bahagia?

 

tak ada

tak ada

tak ada

satu dua tiga

berkecambah

lalu punah.

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s