(tak ada) sesal

lalu aku terlempar lagi ke depan keangkuhan itu. harga diriku di depan penolakan. keinginan berdiri tegak dan menunjukkan aku berharga, mematahkan segala bantahan. benarkah aku pemenang?

perjalanan menunjukkan pertempuran tak pernah usai. setiap saat aku harus selalu lagi dan lagi berusaha tegar. kekuatan dari penderitaan. benarkah aku pemenang?

entah siapa kini yang lebih menyesal. memaafkan tidak semudah melukai. tidak semua luka bisa disembuhkan. yang kusesali adalah kebodohan. merasa lebih berharga memenangkan pertempuran, ketika seharusnya ada pelukan menanti penuh harapan.

luka di sana luka di sini. luka yang telah membuat orang yang kukasihi mati. hidupku mendadak hilang arti.

aku merasa kering. dan di kemarau ini, entah sampai kapan aku sanggup bertahan.

 

jangan sungkan kalau mau komen :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s