#FFRabu – IKAN

Ditulis untuk FF Rabu 100 Kata di Monday Flash Fiction

Dia tidak pernah kehilangan suara. Ketika dia diminta menukar suara indahnya dengan tubuh manusia sempurna agar bisa bersama dengan Ro pemuda pujaan hati; yang sebenarnya adalah Dai tidak boleh bicara sepatah kata pun. Sekali melanggar, dia akan kembali ke bentuk semula.

Inilah cinta yang katanya hanya ada di dongeng belaka. Meski akhirnya tahu bahwa gadis yang menawan hatinya tidak bisa bicara, Ro tetap mencinta dan membawanya pulang sebagai istri.

Siang itu Ro pulang dari danau.

“Istriku yang cantik jelita. Bisakah kau masakkan ini untuk makan siangku?”

Dai membuka keranjang di tangan Ro. Mulutnya ternganga seketika.

“Bagaimana mungkin aku memasak saudaraku?”

Advertisements

Dinding yang Retak di Bulan Januari

*dari puisi Galih Pandu Adi dengan judul yang sama*

Tidak bisa kupastikan kapan aku mulai menyadari ada retakan di dinding itu. Sejak itu aku mulai mendengar suara-suara. Kadang seperti dengung yang  mengganggu dan menyakiti telinga. Kadang kata-kata terdengar begitu keras dan jelas, namun aku tidak mengerti apa yang dibicarakan, siapa yang bicara. Aku tidak yakin berapa orang yang sedang bicara. Satu, dua, tiga, atau lebih?

Yang jelas aku merasa retakan itu semakin lebar seiring waktu. Suara-suara semakin jelas kudengar. Setiap kali mendengar suara dari celah retakan itu aku terisap ke ruang yang kosong dan hampa. Melewati lorong-lorong. Terombang-ambing dalam perasaan tak menentu.

Peristiwa-peristiwa berlompatan dari alur waktu hidupku. Masa kanak-kanak yang tertawa dan menangis. Melompat ke masa remaja yang hancur dan romantis. Ke masa kini yang diam memendam.

Akhir-akhir ini aku mulai bisa melihat  ke balik celah retakan. Mulanya hanya bayangan-bayangan berkelebatan. Lalu mulai tampak sosok-sosok. Yang kecil, agak besar, besar. Aku berusaha memadukan apa yang kulihat dengan yang kudengar. Tapi tidak bisa. Tidak pas. Kenapa ketika sosok anak kecil bergerak, justru terdengar teriakan kasar? Kenapa ketika tampak sosok besar jumpalitan, justru terdengar isakan perempuan?

***

25 Januari 2015.

Reno sudah menyiapkan makan malam yang manis untuk memperingati hari pernikahan keduanya dengan Tyas. Dia tahu gangguan jiwa yang dialami kekasihnya, akibat berbagai trauma masa kecil. Itu tidak pernah mengurangi rasa cintanya, bahkan menumbuhsuburkan. Dia yakin kehadirannya akan menjadikan hidup Tyas lebih baik.

“Maafkan aku, Tyas, maafkan…”

Jasad Tyas membujur di ranjang, sebotol pil tidur masih terbuka. Sebuah buku harian mengisahkan penderitaan. Setelah pernikahan, semua trauma masa kecilnya kembali. Satu persatu.

MFF 2 th

Selamat Ulang Tahun, Dear Monday Flash Fiction

Sudah setahun ya.

Ada apa dalam setahun?

MFF banner 300

Aku sempat menyesal mengiyakan, ketika Carra memintaku membantunya menjadi admin di grup gagasannya ini. Menyesal karena sok banyak waktu. Seolah kerjaan kantor dan urusan rumah dan lain-lain masih kurang bikin sibuk. Tapi bagaimana mau bilang tidak, grup ini menarik dan semakin menarik. Dan kalau sudah begitu, jauh deh itu penyesalan.

Berawal dari sekedar lemparan prompt setiap Senin pagi untuk dikembangkan menjadi Flash Fiction, seiring waktu ada saja hal baru yang muncul. Proyek Best of MFF #1, game fiksi mini, sharing, bedah karya, artikel kebahasaan — semua yang diupdate di blog Monday Flash Fiction. Apalagi ketika ada even MFF Idol yang di-host-i Harry Irfan. Doh. Itu di awalnya cukup bikin frustrasi, ketika admin dan host sempat baku hantam membahas konsep jalannya kontes. Tapi terbayar dengan jalannya kontes yang meriah dan gegap gempita. Continue reading

Pesta Dongeng 1 di Blog Dongeng Anak

Tanpa terasa, Blog Dongeng Anak sudah berumur satu tahun. Lagi lucu-lucunya nih kalau manusia, sedang belajar jalan. Untuk menandai kebahagiaan ini, tiga admin Blog Dongeng Anak yang keren-keren ingin mengadakan sedikit keramaian.

Tanggal 17 November 2013 nanti akan ada Pesta Dongeng Offline, yang insya Allah akan diselenggarakan di Kantor Lespi Semarang. Acaranya baca dongeng, menyanyi dongeng, ngobrol dongeng… Kami mengundang teman-teman untuk ikut memeriahkan acara ini.

mimi dan uno

Bagi yang belum bisa gabung di even offline-nya, jangan khawatir. Ada Pesta Dongeng online kok. Blog Dongeng Anak mengadakan proyek menulis bareng, kami mengajak para pecinta dongeng dan cerita anak untuk ikut bergabung dalam proyek ini. Proyek ini akan jadi bentuk sumbangan lain dari Blog Dongeng Anak untuk anak-anak Indonesia, selain bacaan online yang tersedia di web.

Berikut persyaratannya:

  1. Proyek terbuka untuk umum.
  2. Cerita/dongeng untuk anak dengan tema ‘aku dan bumi’.
  3. Panjang maksimal 1000 kata.
  4. Tulisan harus baru dan orisinil, dan belum pernah dipublikasikan di media manapun termasuk blog pribadi. Bukan jiplakan, dan bukan terjemahan.
  5. Setiap penulis hanya boleh mengirim 1 (satu) tulisan.
  6. Tulisan diketik dalam file berformat .doc atau .docx, halaman A4, huruf Times New Roman, font 12, spasi 1.5. Format judul file: Judul – Nama Penulis. Contoh: Mumpung Tak Ada Ibu – Latree Manohara
  7. Kirimkan sebagai attachment (bukan ditulis di badan email) dengan subyek: [PestaDongeng 1] Judul Tulisan – Nama Penulis via email ke  blogdongenganak@gmail.com sebelum tanggal 30 November 2013 pukul 23.59 WIB.
  8. Sertakan sedikit bio data tentang diri penulis, tak lebih dari 50 kata, dituliskan di akhir naskah.
  9. Bagi yang memiliki akun twitter silakan melakukan konfirmasi setelah mengirimkan karyanya, dengan mention kami di twitter: @elmanohara @putrimeneng @redcarra #PestaDongeng1 – Judul Tulisan – Nama Penulis. (Optional).

Tulisan yang masuk akan disaring dan dipilih untuk diterbitkan secara indie sebagai Kumpulan Cerita untuk Anak. Penulis yang karyanya lolos akan mendapatkan 1 (satu) nomor bukti, dan berhak membeli buku dengan harga khusus. Keuntungan dari penjualan buku (jika ada) akan digunakan untuk membiayai kegiatan Blog Dongeng Anak selanjutnya, seperti untuk mengadakan lomba dongeng, merchandise untuk para kontributor, disalurkan untuk taman-taman bacaan yang membutuhkan, dan sebagainya..

Ingin ikut menyumbangkan karyanya untuk anak Indonesia? Ini saatnya. Ditunggu partisipasinya ya 🙂

Matinya Badut Kami

Badut itu datang ke kampung kami setahun sekali, seperti musim durian atau rambutan. Begitu dinanti. Sejak kuncup-kuncup bunganya mulai tumbuh, lalu mekar mabluk di sela-sela daun, menyebar wangi. Sebagian gugur menjadi bahan pasaran anak-anak perempuan. Sisanya melanjutkan penyerbukan, menjadi buah-buah yang bakal tumbuh membesar. Ketika tiba saat panen, semua orang sibuk memetik, memilah, mengikat. Lalu orang-orang dari luar daerah akan berdatangan. Membeli banyak untuk kulakan, atau sekedar seikat-dua ikat untuk langsung dimakan.

Ah. Tidak. Sebenarnya kami tidak pernah merasakan musim durian atau rambutan. Tidak ada yang bertanam pohon buah itu. Di sini orang lebih suka bertanam kecemasan, curiga, kegelisahan. Dan itu jelas bertentangan dengan kegembiraan menantikan buah durian dan rambutan. Kecemasan dan curiga tumbuh kapan saja di mana saja. Pada orang yang menemukan wangi parfum di baju suaminya. Pada guru yang kaget melihat murid yang biasanya bodoh tiba-tiba tinggi nilainya. Pada ibu-ibu yang melihat guru mengaji memangku anak perempuan mereka. Kegelisahan menjadi seperti benalu yang tumbuh subur bersama dua tanaman itu.

Kami merasakan ketidaknyamanan itu, tapi tidak bisa berhenti bertanam. Karenanya kami hanya menunggu badut itu datang setahun sekali seperti pembasmi hama. Oh, bagaimana kami tidak akan suka. Melihat mukanya saja kami sudah geli. Hidungnya yang bulat merah. Alisnya pendek kecil naik tinggi di dahi. Rambutnya warna-warni seperti pelangi. Perutnya besar bulat bersaing dengan pantat. Bajunya merah kuning biru dengan polkadot diameter sebesar tutup gelas. Sepatunya lebih dari lima puluh senti, tapi tetap saja dia lincah berlari ke sana kemari. Continue reading

Just For Fun Give Away

Sebenarnya sudah lama pengin bikin giveaway dengan hadiah yang rada serius. Maunya sih nunggu sampai dunia perbloggeran sedikit sepi dari giveaway-giveaway yang terus bermunculan. Tapi kalau mau begitu, sepertinya aku harus nunggu sampai wayu…

Kebetulan kemarin aku dan keluarga jalan-jalan liburan bersenang-senang. Pura-puranya dalam rangka memperingati hari pernikahan *uhuk*. Semacam bulan madu tapi ngajak anak-anak biar lebih seru….

Salah satu hasil jalan-jalan kemarin adalah ini:

tas batok

20130925-074241.jpg
(update 25/09/13 tambahan hadiah untuk 1 orang)

Jadi sementara belum menemukan ide untuk give away yang rada serius, aku ingin memberikan oleh-oleh ini kepada 3 teman yang beruntung dengan cara yang gampang saja. Cukup tinggalkan jejak di postingan ini, juga di postingan tentang pernikahan yang juga kuikutkan di giveaway milad pernikahan mbak Uniek yang ke-10. Pemenang akan diundi dari komentar yang masuk di dua postingan. Jangan lupa isikan alamat email yang bisa dihubungi di form komentar blog ini, tidak akan ditampilkan kok. Siapa tahu menang. Dengan catatan, hanya dikirim ke alamat di Indonesia saja ya…

Komentar akan ditutup pada tanggal 12 Oktober 2013. Masih lama. Jadi santai aja. Tapi jangan lupa. Ditunggu partisipasinya ya 🙂

Suspended

Hari kedua lebaran kemarin, aku posting satu tulisan ringan. Lewat aplikasi wordpress yang diinstal di handphone. Iya, saat mudik aktivitas online hanya bisa dilakukan via mobile devices. Itu pun dengan koneksi yang kembang kempis. Usai posting, betapa terkejutnya melihat tampilan ini ketika akan preview hasil postingan.

suspended

Langsung lemas rasanya. Setahuku, ngeblog gratisan itu tidak bisa tersuspen. Kecuali ada yang nge-flag, menandai blog kita ‘berbahaya’. Lha? Sepertinya kecil kemungkinan itu. Isi blog ini lebih banyak tulisan-tulisan fiksi. Selain itu ya opini-opini ringan yang selalu kujauhkan dari membicarakan pihak spesifik manapun. Dan tentu saja cerita-cerita narsis ndak penting tentang diriku sendiri. Aku juga tidak pasang banner iklan yang menghasilkan uang, yang adalah hal yang dilarang jika pakai fasilitas gratisan. Jadi aku memilih menenangkan diri, bahwa ini kesalahan mesin WordPress yang tanpa sengaja mensuspen blogku.

Dan karena memang seminggu ndak buka dashboard dari PC, maka aku ndak tahu ada pemberitahuan tentang deaktivasi blogku. Aku langsung mengisi form yang disediakan di homepage, berisi pernyataan bahwa sepertinya terjadi kesalahan. Sambil terus menenangkan diri aku masuk ke dashboard via web, tetap dari handphone tapi bukan dari aplikasi yang diinstal di handphone. Iya, ada pemberitahuan, juga dilengkapi form yang bisa diisi untuk menghubungi admin WordPress. Aku meninggalkan pesan yang sama.

Aku juga mencoba download file xml untuk export isi blog, jaga-jaga seandainya blogku tidak bisa diselamatkan. Tapi ndak berhasil. Yang ada blogku malah hang. Mungkin karena filenya besar. Jadi aku terus pukpuk pundakku sendiri, bersabar sampai nanti bisa online via PC.

Dalam kepanikanku aku tetap menenangkan diri, seandainya blogku tidak bisa kembali, aku bisa export dan bikin blog baru. Tapi alamatnya jelas harus baru, ndak bisa pakai url lama. Itu yang agak mengganggu. Mungkin ada bagusnya juga mengikuti saran untuk beli domain. Kalaupun tersuspen, isi blog boleh hilang tapi bisa langsung diisi dengan CSS baru tanpa ganti url.

Seharian itu aku sebentar-sebentar cek email. Menunggu balasan dari tim wordpress. Tapi tak kunjung datang, sampai aku tertidur dalam kelelahan #lebay.

Esoknya aku cek email lagi, dan tadaaa…! Deaktivasi atas blogku memang kesalahan flag oleh mesin anti spam. Lega rasanya. Seperti ada beban berat terangkat. Tulisan itu seperti anak, kata Mas Aulia. Aku sih ndak berpikir sedalam itu. Yang jelas tulisanku itu bagian penting dari diriku. Sedih banget kalau sampai ilang…

However, paling tidak untuk saat ini aku diingatkan untuk rajin update backup. Dan terima kasih tim WordPress, untuk responnya yang cepat.