ndhuktri apa gotri?

tembang dolanan waktu kecil.
(minimal) tiga anak duduk membentuk lingkaran, lalu sebuah batu digilir dipindahkan dari hadapan satu anak ke hadapan anak yang lain. anak yang mendapatkan batunya tepat ketika lagu habis akan..

entah diapakan. aku benar-benar tidak ingat bagaimana peraturan dolanan yang satu ini. aku malah ragu, apa iya cuma satu batu yang diiderkan atau masing-masing anak pegang satu batu lalu semuanya bersama-sama diangsurkan ke teman di sebelahnya?

seingatku, tembangnya seperti ini

Ndhuk tri legendri nagasari
riwul owal awul jadah mentul
tulen olen olen jadah manten
titenana mbesuk gedhe dadi apa
podheng mbako enak mbako sedheng
dhengkok eyok-eyok kaya kodhok!

aku mengerti betul bahwa orang jawa jaman dulu, bahkan dalam sebuah tembang dolanan pun akan menyisipkan wejangan. lihat saja itu ‘titenana mbesuk gedhe dadi apa’. lihat nanti kalau sudah besar mau jadi apa. pesan untuk memikirkan masa depan, meskipun sambil dolanan.

tapi kalimat-kalimat yang lain aku ngga ngerti apa maksudnya. seperti cuma permainan bunyi. dugaanku, kuping kecilku dulu salah tangkap mendengar mbak-mbak dan mas-mas yang nembang. seperti halnya di lagu ‘Garuda Pancasila’ di mana kata-kata ‘pribadi bangsaku’ bisa berubah jadi ‘thibang-thibang satu’. apa coba artinya? 😛 Continue reading

Advertisements