Melar Mungkret Di Pasar Karetan

Sebenarnya sudah lumayan lama penasaran, pengin nginguk Pasar Karetan. Lokasinya memang di Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Tapi karena dapat diakses dari Kota Semarang, jadilah Pasar Karetan ini lebih kondang sebagai Wisata Semarang. Untuk menuju ke Pasar Karetan aku mengambil jalur dari Kecamatan Gunungpati, Semarang (dengan kendaraan pribadi). Sepertinya belum ada angkutan umum menuju Desa Meteseh. Tapi taksi atau taksi online mungkin bisa.

Berlokasi di area perkebunan karet, tepatnya di area Radja Pendapa Camp, pasar ini dibuka setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 – 11.00. Sekitar 800 meter sebelum lokasi pasar, disediakan lahan parkir untuk mobil maupun motor, karena jalan menuju lokasi lumayan sempit. Pengelola pasar menyediakan odong-odong gratis untuk mobilisasi pengunjung dari parkiran ke Pasar.

Belanja di Pasar Karetan tidak bisa pakai uang rupiah yang kita pakai sehari-hari. Kita harus menukarkan uang kita dengan ‘girik’ khusus untuk berbelanja di Pasar Karetan. Jika ternyata uang yang kita tukarkan tidak habis dibelanjakan, bisa ditukarkan ke uang rupiah kembali.

Pusat Penukaran Girik

Mata Girikan

Ada pecahan 10.000, 5.000, dan 2.500.

Ada banyak gerai kuliner khas yang bisa dikunjungi. Di antaranya adalah:

Gendar Pecel

Aneka Bubur

Gubug Khusus Pecinta Kopi

Ada aneka dawet dan minuman segar, serta rupa-rupa kuliner tradisional lainnya.

Banyak obyek foto buat yang suka fotografi…

Ada aneka permainan tradisional yang bisa dicoba. Dijamin tidak kalah seru dengan game di handphone

Egrang dan hulahoop

Kalau capek muter dan sudah kenyang, bisa leyeh-leyeh sebentar di hammock yang disediakan…

Sambil mendengarkan live music

Bojakarta!

Dan ada area khusus pecinta selfie! Ada spot-spot instagrammable dengan background view yang menarik (baca: mainstream :D). Juga ada arena panahan lengkap dengan instruktur berpengalaman, bagi yang ingin mencoba belajar salah satu sunnah Nabi….

Area wajib.

Kendaraannya mungkin ‘hanya’ odong-odong, tapi penumpangnya (diharapkan) tertib seperti di Singapura atau Hongkong.

Budayakan antri!

Jadi gimana, apakah infonya cukup menarik? Cukup lengkap? Atau kurang lengkap? Ya… itu kan supaya penasaran…. Supaya tidak penasaran, silakan deh kunjungi. Kalau ada yang terlewat olehku, siapa tahu, tolong kabari ya!

Advertisements